Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bongkar Modus “Pengantin Pesanan”, Perempuan Jabar Diminta Waspada Mahar Fantastis

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|09:07 WIB
Bagikan:
Bongkar Modus “Pengantin Pesanan”, Perempuan Jabar Diminta Waspada Mahar Fantastis
Bongkar Modus “Pengantin Pesanan”, Perempuan Jabar Diminta Waspada Mahar Fantastis - foto subang.info

PASUNDANEKSPRES.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap maraknya praktik “pengantin pesanan” yang dinilai telah menjerat banyak perempuan di Jawa Barat.

Modus ini kerap menyasar perempuan dengan iming-iming pernikahan dengan warga negara asing (WNA), disertai janji mahar besar serta kehidupan mewah.

Dedi menyebut, tidak sedikit korban yang akhirnya terjebak karena rendahnya literasi hukum dan tekanan ekonomi. Menurutnya, pelaku memanfaatkan kondisi tersebut dengan menawarkan pernikahan yang tampak menguntungkan, namun tidak memiliki kejelasan prosedur hukum maupun perlindungan bagi pihak perempuan.

“Banyak sekali perempuan Jawa Barat yang mudah terbujuk janji uang dan mahar mahal,” ujar Dedi dalam keterangannya.

Ia mencontohkan kasus yang menimpa seorang warga Kabupaten Cirebon sebagai peringatan serius bagi masyarakat. Dalam kasus tersebut, korban diduga menjadi bagian dari praktik pengantin pesanan yang berujung pada penderitaan, bukan kesejahteraan seperti yang dijanjikan.

Gubernur Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh proses pernikahan maupun kerja ke luar negeri wajib melalui jalur resmi dan harus didampingi lembaga yang berwenang. Ia juga meminta pemerintah desa hingga kabupaten/kota untuk turun langsung melakukan edukasi serta pengawasan terhadap warganya.

Menurut Dedi, upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat desa agar tidak terus muncul korban baru akibat iming-iming kesejahteraan yang semu. Ia menekankan pentingnya peran aparatur wilayah dalam memberikan pemahaman hukum dan sosial, khususnya kepada perempuan yang rentan menjadi sasaran.

“Pencegahan harus dimulai dari bawah. Jangan sampai iming-iming kesejahteraan justru berujung pada penderitaan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat lebih waspada dan tidak mudah tergiur tawaran pernikahan dengan mahar besar tanpa kejelasan hukum, demi melindungi keselamatan dan masa depan perempuan di daerah tersebut

Berita Terbaru

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Erick Thohir Respons Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Desak Polisi Usut Tuntas

Nasional8 menit lalu
Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Isu BPJS Kesehatan Akan Dihapus Dibantah Pengelola, Layanan JKN Tetap Berjalan

Nasional46 menit lalu
Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Diduga Cemburu, Pria di Madiun Habisi Istri Siri dan Anak 4 Tahun

Nasional57 menit lalu
Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Klarifikasi Menteri Haji soal Tenaga Ahli dan Staf, Dua Anak Gus Irfan Resmi Mundur

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Teks Doa

Nasional2 jam lalu
Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Indonesia Expo 2026 Digelar di Myanmar, 39 Perusahaan RI Siap Jajaki Kerja Sama

Nasional2 jam lalu
Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Kejutan Besar! AFC Umumkan Ranking Poin Liga Indonesia Masuk 5 Besar Asia

Olahraga3 jam lalu
209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

209 Menu dari 7 Merek Minuman Berlabel Nutri Level Kemenkes, Ini Daftarnya

Nasional3 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini, 27 Oktober 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Subang4 jam lalu
Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Eks Gubernur Bank Sentral Hongaria Ditangkap, Diduga Selewengkan Dana Rp14,7 Triliun

Nasional4 jam lalu