Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bongkar Setoran Tambang Ilegal! Dedi Mulyadi Murka: ‘Pantas Tak Ditutup, Ada yang Terima Uang!

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|12:44 WIB
Bagikan:
Bongkar Setoran Tambang Ilegal! Dedi Mulyadi Murka: ‘Pantas Tak Ditutup, Ada yang Terima Uang!
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama para pekerja tambang tanah di Margahayu, Kab. Subang Sumber : instagram Dedimulyadi71

PASUNDANEKSPRES.ID - Sidak yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di lokasi Tambang Ilegal di Kabupaten Subang memicu gelombang polemik baru. Tak hanya menyoroti kerusakan lingkungan dan infrastruktur, inspeksi mendadak tersebut juga membuka dugaan praktik setoran rutin kepada sejumlah oknum aparat agar aktivitas tambang ilegal tetap berjalan mulus.

Galian tanah tanpa izin yang mencakup area sekitar 3 hektar itu disebut telah lama dikeluhkan warga. Aktivitas pengerukan diduga menjadi penyebab rusaknya jalan kabupaten akibat lalu lalang kendaraan berat setiap hari.

Namun yang paling mengejutkan, dalam dialog langsung di lokasi, pengelola tambang mengakui adanya “uang koordinasi” yang rutin diberikan setiap bulan kepada sejumlah pihak.

Kasus Tambang Ilegal Dugaan Aliran Dana ke Aparat 

Berdasarkan pengakuan pekerja di lokasi, setoran yang diberikan mencapai puluhan juta rupiah per bulan, dengan rincian:

  • Oknum Polres: Rp10 juta per bulan

  • Oknum Polsek: Rp5 juta per bulan

  • Oknum Satpol PP: Rp1 juta per titik lokasi

Total dana koordinasi tersebut disebut mencapai lebih dari Rp15 juta setiap bulan demi memastikan aktivitas tambang ilegal tetap aman dari penertiban.

Mendengar pengakuan itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi keras di hadapan para pengelola tambang.

“Pantas tidak ditutup karena terima uang, ya?” tegas Dedi.

Pernyataan itu langsung membuat suasana sidak memanas. Pihak pengelola mencoba memberikan alasan bahwa mereka sebenarnya ingin menempuh jalur legal, namun proses perizinan dinilai rumit dan sulit.

“Saya juga pengen bayar pajak, ini gimana,” ujar pemilik galian.

Namun Dedi menilai uang yang selama ini keluar justru salah sasaran.

“Daripada uang berhamburan ke oknum, lebih baik bayarkan ke kas daerah Kabupaten Subang,” balasnya tegas.

Dalih untuk Proyek Patimban

Dalam sidak tersebut, pengelola juga berdalih bahwa pengerukan tanah dilakukan demi mendukung kebutuhan proyek Patimban serta atas permintaan warga agar lahan bisa diratakan menjadi area persawahan.

Meski begitu, Dedi Mulyadi menegaskan alasan tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran untuk aktivitas ilegal. Ia memastikan kasus ini akan ditindaklanjuti dan dugaan keterlibatan aparat bakal ditelusuri lebih jauh.

“Nanti saya panggil hari Senin. Kalau diperiksa satu per satu, harus ngomong siapa yang terima uangnya,” ungkap Dedi.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik Jawa Barat karena dinilai membuka praktik lama yang selama ini diduga menjadi “pelindung” aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah.

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang9 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang10 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang10 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle12 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle13 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional14 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga14 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional14 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional15 jam lalu