Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Curug Cileat Ditutup Total Usai Longsor Maut, Dua Wisatawan Asal Karawang Meninggal Dunia

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|09:52 WIB
Bagikan:
Curug Cileat Ditutup Total Usai Longsor Maut, Dua Wisatawan Asal Karawang Meninggal Dunia
CURUG CILEAT - Curug Cileat yang berada di Dusun Cibago, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. - /Wikipedia

PASUNDANEKSPRES.ID - Suasana duka masih menyelimuti kawasan wisata Curug Cileat di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pemerintah Kabupaten Subang resmi menutup sementara objek wisata alam tersebut setelah terjadi longsor yang menewaskan dua wisatawan asal Karawang.

 

Curug Cileat Ditutup Total Usai Longsor

Keputusan penutupan dilakukan demi alasan keselamatan. Jalur menuju Curug Cileat saat ini masih tertutup material longsor berupa tanah merah, bebatuan besar, hingga batang pohon yang tumbang. Kondisi medan yang curam dan licin juga membuat kawasan itu dinilai terlalu berbahaya untuk dikunjungi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Udin Jazudin, menegaskan bahwa untuk sementara tidak ada aktivitas apa pun yang diperbolehkan di area wisata Curug Cileat.

Menurutnya, bukan hanya wisatawan yang dilarang masuk, petugas pengelola pun diminta tidak mendekati lokasi sampai situasi benar-benar aman. Hal ini karena potensi longsor susulan masih cukup tinggi, apalagi kawasan tersebut masih sering diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Keselamatan jadi prioritas utama. Kondisi jalur masih sangat rawan,” ujar Udin.

Curug Cileat sendiri memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam favorit di Subang. Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 100 meter itu menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan. Namun untuk mencapai lokasi, pengunjung harus berjalan kaki melewati jalur hutan dan medan yang cukup ekstrem.

Sayangnya, kondisi alam yang indah itu juga menyimpan risiko besar, terutama saat cuaca buruk melanda kawasan pegunungan. Longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata bahwa wisata alam tetap membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Peristiwa tragis ini bermula ketika longsor menerjang jalur menuju Curug Cileat dan menyeret dua wisatawan asal Karawang. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian korban di tengah kondisi medan yang sangat sulit.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Tim SAR harus berjalan kaki lebih dari dua jam melewati jalur setapak yang sempit, licin, dan dipenuhi lumpur untuk mencapai titik longsor. Selain itu, cuaca yang tidak menentu juga membuat proses pencarian semakin menegangkan.

Setelah pencarian intensif dilakukan, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan tanah dan bebatuan. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang menguras tenaga dan emosi para petugas gabungan.

Kabar ini langsung bikin banyak pecinta wisata alam ikut sedih. Curug Cileat yang biasanya ramai pendaki dan wisatawan kini mendadak sepi setelah akses menuju lokasi ditutup total.

BPBD Subang pun mengimbau masyarakat agar tidak nekat datang ke kawasan Curug Cileat selama status penutupan masih berlaku. Selain akses yang belum bisa dilalui, kondisi tanah di sekitar lokasi juga masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan kapan saja.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait saat ini terus melakukan pemantauan dan evaluasi keamanan kawasan wisata tersebut. Proses pembersihan material longsor juga masih berlangsung agar jalur menuju Curug Cileat bisa kembali aman digunakan.

Meski begitu, belum ada kepastian kapan objek wisata itu akan dibuka kembali. Penutupan sementara akan tetap dilakukan sampai seluruh proses pembersihan dan pemeriksaan keamanan selesai dilakukan.

Peristiwa ini jadi pengingat buat semua orang kalau wisata alam memang indah, tapi tetap harus mengutamakan keselamatan. Apalagi saat musim hujan, risiko bencana seperti longsor bisa datang tanpa tanda-tanda.

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang9 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang10 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang10 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini12 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle12 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle13 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional14 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga14 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional14 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional15 jam lalu