Jelang Akhir Tahun, Andhika Dorong UMKM Jabar Naik Kelas dan Perluas Pasar

SUBANG – Menjelang penghujung tahun 2026, Anggota DPRD Jawa Barat Andhika Surya Gumilar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat untuk terus meningkatkan kualitas usaha, memperkuat daya saing, serta memperluas akses pasar. Menurutnya, UMKM harus mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Andhika menilai UMKM memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui bantuan modal, tetapi juga harus disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas produk, legalitas usaha, kemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Dorongan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kondisi ekonomi Jawa Barat yang masih menunjukkan kinerja positif. Bank Indonesia mencatat perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2026 tumbuh 5,79 persen secara tahunan (year on year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen. Penguatan konsumsi masyarakat serta aktivitas ekonomi menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut.
Dalam kondisi tersebut, Andhika mendorong agar pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan pasar tradisional dan penjualan secara langsung. Pemanfaatan marketplace, media sosial, pembayaran digital, serta pemasaran berbasis konten dinilai dapat membuka peluang pasar yang jauh lebih luas.
"UMKM Jawa Barat harus naik kelas. Bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga harus mampu berkembang, meningkatkan kualitas produknya, dan masuk ke pasar yang lebih luas," Ujar Andhika pada Selasa (25/8/2026).
Andhika juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, dunia pendidikan, hingga sektor swasta. Kolaborasi diperlukan agar berbagai persoalan yang masih dihadapi UMKM, seperti akses permodalan, pendampingan usaha, legalitas, pemasaran, dan pengembangan produk, dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Upaya memperluas pasar UMKM sendiri terus berkembang di Jawa Barat. Pemerintah daerah telah mendorong berbagai kegiatan business matching yang mempertemukan UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha.
Pada Jabar Rise Expo 2025, misalnya, sebanyak 100 UMKM binaan dipertemukan dengan 40 offtaker untuk membuka peluang kerja sama dan memperluas jaringan pemasaran
Di sisi lain, digitalisasi juga semakin menjadi kebutuhan utama. Pada Juli 2026, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bersama Telkom Indonesia mendorong pelaku ekonomi kreatif Cirebon untuk masuk ke pasar digital melalui program onboarding PADI UMKM.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital semakin penting dalam membuka akses UMKM terhadap konsumen dan pasar yang lebih luas.
Khusus di Kabupaten Subang, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan UMKM juga menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Subang menyebut jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai sekitar 83 ribu pelaku usaha dan mendorong mereka agar terus berinovasi serta mengikuti perkembangan teknologi.
Andhika berharap momentum menjelang akhir tahun dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi usaha untuk tahun berikutnya. Mulai dari memperbaiki kualitas produk, memperkuat branding, meningkatkan pelayanan konsumen, hingga memperluas jaringan pemasaran.
Menurutnya, UMKM Jawa Barat harus menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pendampingan yang berkelanjutan, akses pembiayaan yang lebih mudah, serta kemampuan memanfaatkan teknologi, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjadi penopang ekonomi lokal, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menembus pasar global.
"Yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus hadir menciptakan ekosistem usaha yang sehat agar produk lokal Jawa Barat semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujarnya.
Dorongan terhadap UMKM tersebut sejalan dengan kebutuhan Jawa Barat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas pemerataan kesempatan ekonomi. Dengan semakin terbukanya pasar digital dan meningkatnya konektivitas antardaerah, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(hdi)
