Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pedagang Telur Diintimidasi Usai Kritik Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Jamin Keamanannya

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:34 WIB
Bagikan:
Pedagang Telur Diintimidasi Usai Kritik Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Jamin Keamanannya
Pedagang Telur saat di Video Call Oleh Kang Dedi Mulyadi

PASUNDANEKSRES.ID - Sebuah video keluhan mengenai kondisi jalan rusak yang diunggah oleh pedagang telur keliling bernama Holis Mukhlisin mendadak ramai diperbincangkan di media sosial hingga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Holis menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kekecewaannya terhadap jalan yang rusak parah di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang selama ini menghambat aktivitasnya berdagang.

Namun malang, keluhan tersebut tak berujung pada perbaikan infrastruktur. Sebaliknya, Holis justru mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi segera turun tangan dengan memberikan perlindungan sekaligus bantuan kepada pedagang telur tersebut.

Mengutip kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Holis menjelaskan bahwa alasan dirinya mengunggah video tersebut murni karena kelelahan menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan.

Buruknya infrastruktur membuatnya kerap terjatuh dari sepeda motor hingga telur dagangannya pecah, kejadian yang sudah sering ia alami dalam keseharian.

Dalam video yang diunggahnya, Holis juga menyinggung soal keterbukaan penggunaan Dana Desa yang menurutnya belum transparan.

Setelah videonya ramai mendapat tanggapan warganet di Facebook, Holis kemudian dipanggil ke rumah Kepala Desa.

Alih-alih diajak berdialog secara baik, Holis mengaku mengalami intimidasi selama sekitar dua jam oleh keluarga Kepala Desa, termasuk anak dan menantunya.

Kritik terkait transparansi Dana Desa tersebut diduga membuat pihak keluarga Kepala Desa merasa tersudutkan dan seakan-akan dituduh melakukan praktik korupsi. Peristiwa itu pun membuat Holis mengalami trauma hingga merasa takut untuk beraktivitas di luar rumah.

“Ya, mungkin dia tidak terima Pak, tidak terima dengan kritik dan saran terus posting tentang jalan rusak,” ucap Holis yang dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunjukkan sikap tegas setelah menerima informasi terkait dugaan intimidasi tersebut. Ia menegaskan bahwa warga yang menyampaikan kritik demi perbaikan daerah seharusnya tidak mendapat perlakuan represif.

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi mendorong pemerintah desa agar lebih transparan dengan mempublikasikan rincian penggunaan anggaran melalui media sosial seperti TikTok, Facebook, maupun Instagram, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Tak hanya sebatas imbauan, Gubernur Jawa Barat juga menyiapkan langkah nyata. Pertama, ia akan mewajibkan seluruh pejabat pemerintahan, baik di tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa, untuk mengunggah laporan anggaran di media sosial sesuai prinsip keterbukaan informasi publik.

Langkah berikutnya, Dedi Mulyadi berencana memanggil Kepala Desa terkait guna melakukan klarifikasi dan pembahasan bersama.

“Nanti saya undang deh Kepala Desa-nya, bertemu, biar selesai,” tegas Dedi Mulyadi.

Karena merasa berada dalam situasi yang tidak aman, Holis terpaksa menghentikan aktivitas berjualannya selama empat hari. Akibatnya, ia kehilangan sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya.

Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi tergerak memberikan bantuan modal usaha secara spontan sebesar Rp5 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Holis kembali menjalankan usaha jualan telur dengan modal yang lebih memadai serta tanpa diliputi rasa takut.

Berita Terbaru

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang4 menit lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang8 menit lalu
SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

Riset dan Inovasi9 menit lalu
Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Subang12 menit lalu
ADVERTISEMENT
Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Subang15 menit lalu
Pembangunan Jalan Penghubung Antar-Dusun di Cupunagara Dikebut

Pembangunan Jalan Penghubung Antar-Dusun di Cupunagara Dikebut

Subang17 menit lalu
Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih

Kementerian ATR/BPN Sertipikasi Lebih dari 50 Ribu Tanah Wakaf dalam Periode Dua Tahun Kabinet Merah Putih

Nasional35 menit lalu
Forum Masyarakat Subang Bersatu Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Izin PT CMM, Pemkab Subang Didesak Tegas

Forum Masyarakat Subang Bersatu Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Izin PT CMM, Pemkab Subang Didesak Tegas

Subang50 menit lalu
Cara Bagikan Instagram Stories Khusus Close Friends, Klik Ini!

Cara Bagikan Instagram Stories Khusus Close Friends, Klik Ini!

Lifestyle1 jam lalu
Terbengkalai dan Tak Terawat, Begini Kondisi Sekolah yang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Dana BPMU Subang

Terbengkalai dan Tak Terawat, Begini Kondisi Sekolah yang Terseret Kasus Dugaan Korupsi Dana BPMU Subang

Headline2 jam lalu