Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pendopo Cianjur Dilempari Telur, Bentuk Kekecawaan Terhadap Pemerintah yang Acuh Tak Acuh

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|13:52 WIB
Bagikan:
Pendopo Cianjur Dilempari Telur, Bentuk Kekecawaan Terhadap Pemerintah yang Acuh Tak Acuh
Pendopo Cianjur Dilempari Telur, Bentuk Kekecawaan Terhadap Pemerintah yang Acuh Tak Acuh (Image From: Cianjur Ekspres)

PASUNDAN EKSPRES - Pendopo Cianjur dilempari telur oleh warga. Pada Senin, 1 Maret 2024 waktu siang, warga yang terdampak gempa dan masih tinggal di hunian sementara (huntara) diwakili oleh Relawan Kemanusiaan Aliansi Masyarakat untuk Penegakan Hukum (AMPUH) Cianjur, melakukan aksi melempar telur ke arah Pendopo Cianjur.

Pendopo Cianjur Dilempari Telur

Yana Nurzaman yang merupakan Ketua AMPUH Cianjur, mengatakan bahwa tindakan melempar sejumlah telur ke Pendopo Cianjur merupakan bentuk dari rasa kekecewaan terhadap Pemerintah Cianjur. Tindakan tersebut mencerminkan ketidakpuasan terhadap sikap yang dianggap acuh tak acuh terhadap kondisi warga yang masih tinggal di huntara.

"Ini (pelemparan telur,red) adalah simbol kekecewaan karena pemerintah terkesan tidak memperdulikan para warga huntara dan Bupati Cianjur Herman Suherman pun sepertinya abai," ujar Yana usai melempari halaman pendopo dengan selusin telur, yang diloansir dari Cianjur Ekspres, Selasa (2/4/2024). 

Menurut pernyataannya, setelah melakukan pendampingan selama delapan bulan terhadap sekitar 3.800 huntara yang tersebar di 16 kecamatan yang terdampak gempa dengan magnitudo 5,6 pada 21 November 2022 lalu, saat ini masih tersisa sekitar 1.500 huntara. Yana juga mengungkapkan bahwa mereka telah dua tahun menempati tenda-tenda tersebut. 

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar dari penghuni huntara yang dia dampingi telah menerima bantuan berupa terpal dan beras. Bantuan tersebut didapatkan melalui dana yang diperoleh dari donatur serta sumbangan sukarela.

BACA JUGA: Persiapan Mudik Lebaran 2024: Durasi Lampu Merah di Kota Cirebon akan Lebih Lama dari Biasanya

BACA JUGA: Sejumlah Harga Komoditas Naik Jelang Lebaran di Subang

"Kita bandingkan jika kita ajukan bantuan yang sama ke dinas terkait. Jawabannya pasti berbelit-belit, diajukan dulu lah ke pemerintah provinsi dan alasan lainnya. Padahal warga huntara perlu secepatnya," kata Yana.

Selain itu, proses pencairan dana bantuan stimulan tahap keempat masih mengalami keterlambatan. Menurutnya, pihak bupati dan stafnya seharusnya mempertimbangkan bahwa setiap keterlambatan tersebut akan memperpanjang masa tinggal warga di huntara.

Dia berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap kebutuhan warga yang masih tinggal di huntara dan segera mempercepat penyaluran dana untuk pembangunan rumah yang rusak akibat gempa.

Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan melempar telur ke Pendopo Cianjur. Menurutnya, seharusnya telur-telur tersebut disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.

"Dari pada dilempar-lempar. Kan sayang, kalau diberikan pada warga yang membutuhkan pasti lebih bermanfaat," ujar Herman.

Dia juga mengatakan bahwa upaya sedang dilakukan untuk mencairkan bantuan dana stimulan tahap empat kepada sekitar 25.000 warga. Namun, dia mengaku bahwa proses tersebut tidak akan secepat saat masa tanggap darurat awal.

"Kita tetap upayakan percepatan tahap ke empat, mulai dari BPBD mengajukan data ke BNPB, dan BNPB yang mengajukan dana ke Kementerian Keuangan. Semua itu masih berproses dan kita menunggu," ujarnya.

Sementara itu, untuk warga yang masih tinggal di huntara, instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial tetap memberikan bantuan. Herman menyatakan bahwa dia sering mendapatkan laporan dari instansi tersebut mengenai bantuan yang diberikan kepada warga di huntara.  

(ipa)

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang6 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang6 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang6 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle9 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle10 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional10 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga11 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional11 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional11 jam lalu
Pendopo Cianjur Dilempari Telur, Bentuk Kekecawaan Terhadap Pemerintah yang Acuh Tak Acuh | Pasundan Ekspres