Safari Aqua KDM: Bermula dari Kecelakaan Mobil, Sidak ke Penyedia Jasa Agkutan Sampai ke Pabrik Produksi

PASUNDANEKSPRES.ID - Bukan tanpa sebab, KDM—sapaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, datang ke kantor atau pabrik aqua di Subang.
Beberapa hari sebelumnya, penyedia jasa angkutan perusahaan, mobilnya mengalami kecelakaan di Cijambe Subang, tepatnya pada 9 Oktober 2025 lalu.
Peristiwa itu menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dan bukan kali pertama, kendaraaan penyedia jasa angkutan perusahaan aqua terlibat kecelakaan dan menyebabkan meninggal dunia.
Tahun ini (2025) saja tercatat ada 2 peristiwa kecelakaan yang melibatkan kendaraaan penyedia jasa angkutan perusahaan aqua.
Pertama; di Jalur Wisata Ciater, Subang (26 Maret 2025):
- Jenis Kendaraan: Melibatkan 3 kendaraan, salah satunya adalah truk air mineral (disebutkan sebagai truk Aqua) dan truk box es krim serta sepeda motor.
- Kronologi Singkat: Truk box es krim oleng dan menabrak truk air mineral serta melindas pemotor.
- Korban: 2 orang meninggal dunia dan 1 luka berat.
Kedua; di Jalan Raya Gunung Tua, Cijambe, Subang (9 Oktober 2025):
- Jenis Kendaraan: Truk fuso/tronton Hino pengangkut air mineral merek AQUA galon.
- Kronologi Singkat: Truk diduga mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun dari arah Bandung menuju Subang, lalu menabrak sejumlah kendaraan di depannya (total 6 kendaraan: 3 minibus, 1 pikap, 1 sepeda motor).
- Korban: 3 orang penumpang mobil pikap meninggal dunia, dan 5-7 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dari dua peristiwa di atas, KDM mula-mula menuju pool atau terminal dari kendaraaan penyedia jasa angkutan perusahaan aqua.
Dia menumukan sejumlah fakta jika berat muatan harusnya 5 ton, namun beberapa mobil pengangkut air mineral yang lalu lalang di jalan provinsi malah mengangkut muatan dengan berat 13 ton.
Kemudian dilanjutkan ke pabrik produksi, dan memperoleh kenyataanb jika air mineral yang diproduksi di pabrik tersebut ternyata bersumber dari sumur bor, bukan dari mata air pegununganseperti yang banyak diasumsikan oleh masyarakat.
Temuan ini pun sempat membuat Dedi Mulyadi terkejut dan mempertanyakan proses pengambilan serta pengelolaan sumber air tersebut.
