Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|16:50 WIB
Bagikan:
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?
Gambar: Logo sosial media yang sering digunakan. (Sumber: Hearview)

PASUNDANEKSPRES.ID - Apa arti istilah tone deaf di media sosial yang belakangan ini kembali digunakan warganet? Istilah berbahasa Inggris ini biasanya muncul ketika ucapan, tindakan, atau sebuah unggahan dinilai kurang sesuai dengan situasi yang sedang terjadi.

Sebenarnya, tone deaf bukan istilah baru di media sosial Indonesia. Kata ini sudah beberapa kali digunakan dalam berbagai situasi, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi kabar buruk, musibah, atau persoalan sosial. 

Belakangan, istilah tersebut kembali muncul dalam kritik terhadap konten Maudy Ayunda mengenai mindfulness dalam menghadapi berbagai kabar buruk.

Namun, penggunaan tone deaf di media sosial memiliki makna yang berbeda dari arti aslinya dalam dunia musik. Lantas, apa sebenarnya arti istilah tone deaf?

Arti Istilah Tone Deaf dalam Musik dan Media Sosial

Mengutip Medium, secara harfiah, tone deaf berarti “tuli nada”. Dalam musik, istilah tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengenali atau membedakan nada.

Seseorang yang mengalami kesulitan dalam menangkap perbedaan tinggi rendahnya nada dapat disebut tone deaf. Istilah ini kemudian digunakan dalam konteks sosial dengan makna yang lebih luas.

Di media sosial, tone deaf biasanya digunakan untuk menggambarkan ucapan atau perilaku yang dianggap kurang peka terhadap perasaan orang lain maupun kondisi di sekitarnya.

Beberapa hal yang biasanya membuat sebuah ucapan atau tindakan dinilai tone deaf antara lain:

  • Tidak mempertimbangkan situasi yang sedang dihadapi orang lain.
  • Memberikan respons yang tidak sesuai dengan kondisi emosional seseorang.
  • Menyampaikan candaan ketika situasi sedang serius atau sensitif.
  • Memberikan nasihat tanpa memahami kondisi pihak yang sedang mengalaminya.
  • Terlalu fokus pada sudut pandang sendiri tanpa melihat keadaan di sekitar.

Artinya, seseorang tidak selalu disebut tone deaf karena perkataannya salah secara langsung. Konteks, waktu, cara penyampaian, dan kondisi orang yang menerima pesan juga dapat memengaruhi penilaian tersebut.

Tone Deaf dan Kepekaan Sosial

Psikolog sosial Hening Widyastuti, dilansir dari detikcom, menjelaskan bahwa sikap seperti ini dapat berkaitan dengan kondisi ketika seseorang terlalu nyaman dengan lingkungan dan kehidupannya sendiri sehingga kurang memperhatikan keadaan di sekitar.

Menurut penjelasan tersebut, kondisi yang serba aman dan nyaman dapat membuat seseorang lebih fokus pada kehidupan pribadi. Hal itu tidak terbatas pada kelompok ekonomi atau sosial tertentu karena setiap orang dapat memiliki tingkat kepekaan yang berbeda.

Kepekaan tersebut juga berkaitan dengan empati. Saat memiliki empati, seseorang cenderung mempertimbangkan perasaan dan kondisi orang lain sebelum memberikan respons.

Lingkungan keluarga dan pertemanan turut dapat membentuk cara seseorang merespons keadaan di sekitarnya. Kebiasaan untuk tidak ikut campur dalam persoalan orang lain atau memilih diam demi menjaga kenyamanan dapat memengaruhi cara seseorang membaca situasi sosial.

Karena itu, arti istilah tone deaf di media sosial tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang memiliki niat buruk.

Sebutan tersebut lebih sering digunakan ketika ucapan atau tindakan seseorang dianggap tidak selaras dengan kondisi yang sedang berlangsung.

Contohnya, sebuah nasihat mungkin dimaksudkan untuk memberikan semangat. Namun, ketika disampaikan pada saat orang lain sedang menghadapi keadaan sulit, pesan tersebut dapat diterima secara berbeda dan dinilai kurang peka.

(pm)

Berita Terbaru

“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

“I’m Shopping with My Friends!” Keseruan Kolaborasi Musik Terbaru Shopee 11.11 Big Sale Bareng no na

Headline31 menit lalu
BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang11 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang11 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini14 jam lalu
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle14 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle15 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional15 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga16 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional16 jam lalu