Bolehkah Puasa di Hari Tasyrik? Ini Penjelasannya

PASUNDANEKSPRES.ID - Hari Tasyrik menjadi salah satu bagian dari perayaan Idul Adha yang merupakan hari istimewa dalam ajaran Islam.
Umat Islam di Indonesia sebentar lagi menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang ditandai dengan pelaksanaan ibadah kurban.
Perintah berkurban tercantum dalam Surah Al-Kautsar ayat kedua yang berbunyi:
fa shalli lirabbika wan-har
Artinya: Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!
Melalui ayat di atas, bahwa hukum berkurban dalam Islam adalah sunnah muakkadah atau dianjurkan bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat mampu.
Setelah Idul Adha, ada rangkaian Hari Tasyrik yang merupakan tiga hari setelah Idul Adha yakni tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah.
Hari Tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum dan berzikir kepada Allah SWT dan dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban bagi yang belum melaksanakan pada 10 Dzulhijjah.
Namun, ada banyak pertanyaan mengenai apakah boleh berpuasa di Hari Tasyrik setelah Idul Adha? Simak informasi berikut di bawah ini.
Apakah Boleh Berpuasa di Hari Tasyrik?
Melansir dari laman resmi NU Online Jateng, Hari Tasyrik merupakan hari istimewa dalam ajaran Islam yang memiliki keutamaan tersendiri.
Hari Tasyrik merupakan hari untuk makan dan minum dan termasuk dalam waktu yang masih disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban.
Bagi jemaah haji, Hari Tasyrik menjadi bagian dari rangkaian ibadah yang ditandai dengan jemaah melaksanakan lontar jumrah dan menyempurnakan ibadah haji.
Imam Bukhari mengutip hadits keutamaan Hari Tasyrik sebagai waktu istimewa untuk ibadah yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas ra.:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَّ أَنَّهُ قَالَ مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ
Artinya: "Dari sahabat Ibnu Abbas ra., dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Tidak ada amal pada hari-hari ini yang lebih utama daripadanya di hari-hari ini," (HR Bukhari).
Selain itu, Hari Tasyrik juga disebut dalam hadits riwayat Imam Muslim sebagai makan dan minum:
عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ
Artinya: "Dari Nubaisyah Al-Hudzali, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Hari Tasyrik adalah hari makan, minum (pada riwayat lain), dan hari zikir," (HR Muslim).
Terkait hal tersebut, maka umat Islam tidak diperbolehkan atau haram berpuasa pada Hari Tasyrik pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah dan dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban serta menikmati hidangan makan dan minum.
Jadwal Hari Tasyrik 2026
Berdasarkan hasil sidang isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H, Hari Raya Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.
Maka, Hari Tasyrik dimulai pada tanggal 28, 29, dan 30 Mei atau tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha.
Berikut jadwal Idul Adha dan Hari Tasyrik 2026
- 10 Dzulhijjah 1447 H/27 Mei 2026: Hari Raya Idul Adha 1447 H
- 11 Dzulhijjah 1447 H/28 Mei 2026: Hari Tasyrik pertama
- 12 Dzulhijjah 1447 H/29 Mei 2026: Hari Tasyrik kedua
- 13 Dzulhijjah 1447 H/30 Mei 2026: Hari Tasyrik ketiga
(inm)
