Demi Hemat BBM, Filipina Terapkan Kerja 4 Hari Seminggu Mulai Hari Ini

PASUNDANEKSPRES.ID - Filipina terapkan 4 hari kerja sebagai langkah penghematan energi ketika harga bahan bakar dunia mengalami lonjakan tajam.
Kebijakan tersebut diumumkan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada pasar minyak global.
Harga minyak dunia mengalami tekanan sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran pada stabilitas pasokan energi.
Situasi tersebut mendorong sejumlah negara mencari cara untuk menekan konsumsi bahan bakar, termasuk Filipina yang bergantung pada impor energi.
Filipina terapkan 4 hari kerja di sejumlah kantor cabang eksekutif pemerintah mulai Senin, 9 Maret 2026.
“Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan menerapkan sementara sistem kerja empat hari seminggu di beberapa kantor cabang eksekutif,” kata Marcos seperti dilansir Inquirer, Minggu (8/3/2026).
Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi lembaga yang memberikan layanan penting kepada masyarakat. Kantor kepolisian, pemadam kebakaran, dan instansi yang berada di garis depan pelayanan publik tetap beroperasi seperti biasa.
Filipina terapkan 4 hari kerja juga diikuti instruksi penghematan energi bagi seluruh lembaga pemerintah.
Presiden Marcos meminta setiap instansi mengurangi penggunaan listrik dan bahan bakar dalam kegiatan operasional sehari-hari.
“Selain itu, saya mengarahkan semua lembaga pemerintah untuk menghemat serta mengurangi konsumsi listrik dan pengeluaran bahan bakar minyak sebesar 10 hingga 20 persen,” ujarnya.
Langkah penghematan tidak hanya dilakukan melalui pengurangan hari kerja. Pemerintah juga membatasi perjalanan dinas dan kegiatan yang dianggap tidak mendesak. Pertemuan yang dapat dilakukan di dalam kantor diminta tidak lagi memerlukan perjalanan keluar daerah.
Aturan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Memorandum No. 114 yang merujuk pada ketentuan Komisi Pelayanan Sipil Filipina mengenai pengaturan kerja alternatif.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa kebijakan kerja empat hari berlaku hingga ada keputusan baru dari presiden.
Aturan yang mulai berlaku ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi dampak ekonomi dari konflik geopolitik. Ketegangan di kawasan penghasil minyak dunia dapat memicu kenaikan harga energi yang memengaruhi banyak negara.
Beberapa lembaga pemerintah pun bahkan mulai menyiapkan langkah tambahan.
Departemen Perdagangan dan Industri Filipina berencana mengubah pola operasional kantor tertentu agar konsumsi energi dapat ditekan.
(pm)
