Film Para Perasuk Karya Wregas Bhanuteja Siap Tayang 2026

PASUNDANEKSPRES.ID - Film Para Perasuk akhirnya kembali membawa nama Wregas Bhanuteja ke layar lebar setelah keberhasilan Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti.
Karya panjang ketiganya ini diproduksi oleh Rekata Studio dan langsung mencuri perhatian sejak pengumuman awal.
Genre drama supernatural yang diusung terasa berbeda karena tidak sekadar menakutkan, melainkan menyentuh sisi sosial dan emosi manusia.
Film Para Perasuk hadir sebagai cerita yang berani, unik, dan sarat makna. Antusiasme semakin tinggi karena proyek ini tidak hanya tayang di dalam negeri.
Sejak awal, film Para Perasuk sudah disiapkan untuk menjangkau penonton global lewat festival internasional bergengsi. Nuansa lokal yang kuat justru menjadi daya tarik utama di mata dunia.
Film Para Perasuk dan Perjalanan Menuju Layar Dunia
Film Para Perasuk dijadwalkan tayang pada tahun 2026 dan membawa konsep drama supernatural yang jarang diangkat.
Film ini dibintangi oleh Angga Yunanda dan Maudy Ayunda. Keduanya beradu peran dalam kisah yang penuh lapisan emosi dan konflik.
Wregas Bhanuteja kembali menunjukkan ketajaman sudut pandangnya sebagai sutradara yang konsisten menghadirkan cerita manusiawi.
Prestasi awal film Para Perasuk terlihat dari terpilihnya film ini untuk world premiere di Sundance Film Festival 2026.
Ajang tersebut berlangsung pada 22 Januari hingga 1 Februari 2026 di Utah, Amerika Serikat.
Pencapaian ini menempatkan film Para Perasuk sebagai salah satu karya Indonesia yang patut diperhitungkan di kancah global.
Sinopsis Film Para Perasuk (2026)
Sinopsis film Para Perasuk membawa penonton ke Desa Latas, sebuah desa fiktif di Indonesia.
Kerasukan roh tidak dianggap sebagai kutukan, melainkan hiburan dan pelarian dari tekanan hidup. Warga desa justru menunggu momen saat roh masuk ke tubuh mereka.
Dalam cuplikan teaser, orang-orang yang kerasukan menari mengikuti musik dan mantra.
Kebahagiaan sesaat tercipta di tengah realitas pahit yang mereka hadapi. film Para Perasuk membalik stigma horor menjadi ruang refleksi sosial.
Cerita film ini berfokus pada Bayu, diperankan oleh Angga Yunanda. Bayu bercita-cita menjadi perasuk terbaik di desanya.
Ambisi itu muncul karena kebutuhan besar, menyelamatkan Desa Latas dari ancaman penggusuran pihak berkuasa. Seruling miliknya mampu memanggil roh untuk merasuki penari yang hatinya terbuka.
Tradisi ini melibatkan 20 roh binatang fiktif, mulai dari roh bulus, kerbau, kodok, semut, hingga lintah. Setiap roh membawa efek kerasukan berbeda dan mengantarkan mereka ke alam sambetan, dunia penuh warna dan bunga yang memikat.
Fakta Menarik Film Para Perasuk
Film Para Perasuk memiliki sejumlah fakta yang membuatnya semakin dinanti:
- Tayang perdana dunia di Sundance Film Festival 2026
- Menggunakan judul internasional Levitating
- Masuk kategori World Cinema Dramatic Competition
- Terpilih dari ribuan film internasional dari 164 negara
Sundance 2026 juga menjadi momen bersejarah karena menjadi penyelenggaraan terakhir festival tersebut di Utah sebelum pindah ke Boulder, Colorado pada 2027.
Film Para Perasuk disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, serta Amalia Fitriani Rusdi.
Jajaran pemerannya meliputi:
- Maudy Ayunda sebagai Laksmi
- Angga Yunanda sebagai Bayu
- Bryan Domani sebagai Ananto
- Chicco Kurniawan sebagai Pawit
- Indra Birowo sebagai Bapak Bayu
- Ganindra Bimo sebagai Fahri
- Anggun C. Sasmi sebagai Guru Asri
Siap untuk menyaksikan film Para Perasuk yang akan tayang tahun depan ini dan membawa warna baru bagi perfilman Indonesia?
(pm)
