Ini Waktu yang Dilarang untuk Qadha Puasa Ramadhan, Masih Banyak yang Keliru!

PASUNDANEKSPRES.ID - Hayo, siapa yang masih menyimpan utang qadha puasa Ramadhan tahun sebelumnya? Niat untuk mengganti puasa memang sering ada, tapi praktiknya kerap tertunda. Betul?
Padahal, bukan cuma soal sempat atau tidak, ada aturan penting yang perlu diperhatikan. Beberapa hari ternyata termasuk waktu yang dilarang untuk qadha puasa Ramadhan.
Sudah tahu, belum?
Nah, supaya tidak salah langkah,wajib disimak sampai akhir, ya!
Waktu yang Dilarang untuk Qadha Puasa Ramadhan
Puasa qadha boleh dikerjakan hampir kapan saja selama tidak ada uzur.
Namun, Islam juga menetapkan hari-hari tertentu yang tidak boleh digunakan untuk berpuasa, termasuk qadha puasa Ramadhan.
Berikut penjelasannya:
1. Hari Raya Idulfitri
Jelas, Idulfitri berada pada urutan teratas karena hari kemenangan setelah Ramadan ini diperuntukkan untuk bersyukur dan bergembira, bukan menahan lapar dan dahaga.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pada kedua hari ini Nabi Muhammad SAW telah melarang orang berpuasa, yaitu hari Idulfitri sesudah Ramadan dan hari Raya Iduladha sesudah wuquf di Arafah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hari Raya Iduladha
Larangan serupa juga berlaku di Hari Raya Iduladha.
Momen ini identik dengan ibadah kurban dan kebersamaan umat.
Hadisnya berbunyi:
“Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Tidak boleh berpuasa pada dua hari; yaitu Idulfitri dan Iduladha.’ ” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Sehari atau Dua Hari Menjelang Ramadan
Waktu yang dilarang untuk qadha puasa Ramadan berikutnya adalah sehari atau dua hari sebelum Ramadan tiba.
Larangan ini berkaitan dengan kehati-hatian dalam penentuan awal bulan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jangan ada orang yang mendahului puasa Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bagi orang yang biasa puasa hari itu, maka dia boleh puasa hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Hari Tasyrik Termasuk Larangan Puasa
Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Suasana hari-hari ini masih dalam rangka perayaan Iduladha, sehingga tidak dianjurkan untuk berpuasa, termasuk qadha puasa Ramadan.
Hadisnya menyebutkan:
“Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan korban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari yang Dimakruhkan untuk Puasa Qadha
Selain hari yang benar-benar dilarang, ada pula waktu yang hukumnya makruh:
1. Puasa Hari Jumat
Puasa khusus di hari Jumat tanpa disertai hari sebelumnya atau sesudahnya termasuk makruh.
Aturan ini juga berlaku untuk qadha puasa Ramadan.
“Nabi Muhammad SAW bersabda: ‘Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali disambung dengan hari sebelumnya atau hari sesudahnya.’ ” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Puasa Hari Sabtu
Hari Sabtu dimakruhkan jika dikhususkan untuk puasa.
Larangan ini berkaitan dengan hari raya umat Yahudi, kecuali jika puasa tersebut memang puasa wajib seperti qadha.
“Janganlah berpuasa pada hari Sabtu kecuali puasa yang diwajibkan bagi kalian.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Jadi, itu dia waktu yang dilarang untuk qadha puasa Ramadan yang sering luput dari perhatian.
Niat mengganti puasa memang mulia, tapi pelaksanaannya tetap harus sesuai tuntunan.
(pm)
