Mengenal Kongzili dalam Kalender China, Penanggalan Lunar yang Menentukan Imlek

PASUNDANEKSPRES.ID - Gong Xi Fa Cai! Selama Hari Raya Imlek 2577 Kongzili bagi yang merayakan. Suasana Tahun Baru Imlek selalu datang bersama angka tahun yang terdengar berbeda dari kalender biasa.
Ucapan selamat sering disertai angka seperti 2577, bukan 2026. Banyak yang menyebutnya tanpa benar-benar tahu arti Kongzili dalam kalender China, padahal istilah ini punya sejarah panjang dan makna penting dalam tradisi Tionghoa.
Perayaan Imlek memang selalu identik dengan kalender lunar. Angka tahun yang disebut saat Imlek bukan merujuk pada kalender Masehi, melainkan pada sistem penanggalan khusus yang dikenal sebagai Kongzili dalam kalender China.
Kongzili dalam Kalender China dan Hubungannya dengan Imlek
Istilah Kongzili dalam kalender China sering muncul setiap menjelang Imlek misalnya Imlek tahun 2577 Kongzili. Angka tersebut bukan sekadar simbol, tetapi merujuk pada sistem penanggalan berbasis peredaran bulan.
Kongzili, yang juga dikenal sebagai Yinli, adalah sistem penanggalan yang mengikuti siklus bulan mengelilingi bumi.
Dalam sistem ini, satu bulan berlangsung sekitar 29 setengah hari. Karena itu, satu tahun Kongzili hanya berjumlah sekitar 354 hari.
Perbedaan jumlah hari inilah yang membuat tanggal Imlek selalu berubah setiap tahun jika dilihat dari kalender Masehi.
Tahun Baru Imlek tidak pernah jatuh pada tanggal yang sama dalam kalender biasa, karena seluruh perhitungannya mengikuti Kongzili dalam kalender China.
Perbedaan Kongzili dalam Kalender China dan Kalender Masehi
Sistem penanggalan Kongzili dalam kalender China berbeda dengan kalender yang dipakai sehari-hari.
Kalender Masehi, atau yang dikenal sebagai Yangli, berbasis pada peredaran bumi mengelilingi matahari.
Satu tahun Masehi terdiri dari sekitar 365 hari.Sementara itu, Kongzili berpatokan pada siklus bulan.
Dalam satu tahun, jumlah harinya lebih pendek, sehingga perlu penyesuaian berupa bulan tambahan atau bulan “run” pada periode tertentu.
Penyesuaian inilah yang membuat tanggal Imlek selalu bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.
Kalender ini tidak hanya dipakai untuk menentukan hari raya, tetapi juga menjadi pedoman dalam berbagai tradisi dan aktivitas budaya masyarakat Tionghoa.
Makna Sejarah Kongzili dalam Kalender China
Mengutip dari Tirto, Kongzili dalam kalender China bukan sekadar sistem hitungan waktu.
Nama Kongzili berkaitan dengan Nabi Kongzi atau Konfusius, tokoh filsafat besar yang berpengaruh dalam kebudayaan Tiongkok.
Penanggalan ini digunakan sebagai panduan kehidupan, termasuk dalam urusan pertanian dan kegiatan ritual.
Bagi komunitas Tionghoa, Kongzili menjadi bagian penting dari tradisi keagamaan dan budaya. Penentuan hari-hari besar, termasuk Imlek hingga Cap Go Meh, semuanya mengikuti sistem ini.
Perayaan Imlek sendiri berlangsung hingga 15 hari, dengan puncaknya pada Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian perayaan.
Itulah gambaran tentang Kongzili dalam kalender China yang sering terdengar saat Imlek.
Angka tahunnya mungkin berbeda dari kalender Masehi, tetapi di baliknya tersimpan sistem penanggalan kuno yang masih hidup hingga sekarang.
(pm)
