Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penyebab Haid Tidak Teratur, Ini Cara Mengatasinya

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|16:10 WIB
Bagikan:
Penyebab Haid Tidak Teratur, Ini Cara Mengatasinya
Ada berbagai faktor mengapa seorang wanita mengalami haid tidak teratur yang perlu ditangani. (Foto: Pixabay)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ada berbagai faktor mengapa seorang wanita mengalami haid tidak teratur yang perlu ditangani dan tidak boleh dibiarkan dalam waktu lama.

Menstruasi atau haid adalah proses keluarnya darah dan jaringan dinding rahim yang luruh dari vagina yang merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi perempuan.

Siklus haid yang normal umumnya terjadi setiap 21 hingga 35 hari, meskipun durasi dan jumlah perdarahan dapat berbeda pada setiap wanita.

Jika seseorang tidak haid selama lebih dari 35 hari, artinya ia mengalami telat datang bulan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi setiap wanita jika haid tidak muncul dalam beberapa bulan.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami telat haid atau haid tidak teratur, mulai dari perubahan gaya hidup hingga gangguan medis tertentu.

Lantas, apa saja penyebab haid tidak teratur dan bagaimana cara mengatasi hal ini? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Haid Tidak Teratur

1. Ketidakseimbangan Hormon

Hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi. Ketika keseimbangan kedua hormon ini terganggu, siklus haid dapat menjadi tidak teratur.

Perubahan hormon dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, termasuk masa pubertas, menyusui, atau menjelang menopause.

2. Stres Berlebihan

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi kerja hipotalamus, yaitu bagian otak yang mengatur hormon reproduksi.

Saat tubuh mengalami tekanan emosional atau mental yang tinggi, produksi hormon dapat terganggu sehingga menstruasi menjadi tidak teratur atau bahkan berhenti sementara.

3. Perubahan Berat Badan yang Drastis

Penurunan atau kenaikan berat badan secara signifikan dalam waktu singkat dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Kondisi ini sering terjadi pada orang yang menjalani diet ketat, mengalami gangguan makan, atau mengalami obesitas.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

PCOS merupakan salah satu penyebab paling umum dari haid tidak teratur. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat menghambat proses ovulasi. Selain gangguan menstruasi, PCOS juga dapat ditandai dengan jerawat berlebih, pertumbuhan rambut yang tidak biasa, dan kesulitan hamil.

5. Gangguan Tiroid

Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Ketika fungsi tiroid terlalu aktif atau justru kurang aktif, siklus menstruasi dapat terganggu. Oleh karena itu, gangguan tiroid sering dikaitkan dengan perubahan pola haid.

6. Penggunaan Kontrasepsi Hormonal

Pil KB, suntik KB, atau alat kontrasepsi hormonal lainnya dapat memengaruhi siklus menstruasi. Beberapa perempuan mengalami haid yang lebih ringan, lebih jarang, atau bahkan tidak mengalami menstruasi selama menggunakan kontrasepsi tertentu.

Cara Mengatasi Haid Tidak Teratur

1. Mengelola Stres dengan Baik

Melakukan relaksasi, meditasi, olahraga ringan, atau aktivitas yang menyenangkan dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga keseimbangan hormon.

2. Menjaga Berat Badan Ideal

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta menghindari diet ekstrem dapat membantu menstabilkan siklus menstruasi. Berat badan yang ideal berperan penting dalam menjaga fungsi hormon reproduksi.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Tidur yang cukup, mengurangi konsumsi alkohol, serta menghindari kebiasaan merokok dapat mendukung kesehatan reproduksi dan membantu menjaga keteraturan siklus haid.

4. Berolahraga Secara Seimbang

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, hindari olahraga berlebihan yang justru dapat mengganggu keseimbangan hormon.

5. Berkonsultasi dengan Dokter

Jika haid tidak teratur berlangsung selama beberapa bulan, disertai nyeri hebat, atau terjadi perdarahan yang sangat banyak, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter.

Dokter dapat melakukan evaluasi lebih lanjut dan memberikan pengobatan sesuai penyebabnya.

(inm)

Berita Terbaru

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang3 menit lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional1 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional2 jam lalu
Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Cara Kirim Foto Sekali Lihat di WhatsApp, Bisa Jaga Privasi!

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Bupati Purwakarta: Jika Syarat Terpenuhi, Pendirian Gereja di Cikopo Harus Diizinkan

Purwakarta2 jam lalu
Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Kecelakaan Tol Cipularang! Arus Melambat, Truk Trailer Diduga Tak Bisa Berhenti hingga Tabrak 15 Kendaraan

Jawa Barat2 jam lalu
Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Kecelakaan Tanjakan Abah Subang, Tronton Mundur dan Tabrak Mobil di Belakang

Subang3 jam lalu
Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle3 jam lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga3 jam lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional4 jam lalu