Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gempa Bumi Magnitudo 7,5 Guncang Lepas Pantai Iwate Jepang

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|23:37 WIB
Bagikan:
Gempa Bumi Magnitudo 7,5 Guncang Lepas Pantai Iwate Jepang
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang lepas pantai Sanriku, Prefektur Iwate Jepang, Senin (20/4/2026) pukul 16.53 JST. Japan Meteorological Agency (JMA)

PASUNDANEKSPRES.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah lepas pantai utara Iwate, Jepang, pada Senin (20/4/2026) pukul 16.53 waktu setempat.

Gempa Bumi 

Guncangan kuat dilaporkan terasa hingga Tokyo dan sejumlah wilayah lain di Jepang bagian timur, memicu kepanikan warga serta respons cepat dari otoritas setempat.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 1 hingga 3 meter. Peringatan tersebut berlaku untuk sejumlah wilayah pesisir di utara Jepang, termasuk Prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido.

Dalam pernyataan resminya, otoritas mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk segera meninggalkan area pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi atau gedung evakuasi terdekat. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi guna menghindari risiko korban jiwa apabila gelombang tsunami benar-benar terjadi.

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi laut yang tidak stabil dengan gelombang besar yang mulai menghantam garis pantai. Meski belum ada laporan resmi terkait kerusakan besar maupun korban jiwa, pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Selain ancaman tsunami, JMA juga memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama berpotensi memiliki kekuatan signifikan dan dapat memperburuk kondisi di wilayah terdampak.

Pemerintah Jepang dikenal memiliki sistem mitigasi bencana yang canggih dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi dan tsunami. Sirene peringatan dini, sistem evakuasi, serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas masih terus mengimbau warga untuk tetap waspada, mengikuti arahan resmi, serta tidak kembali ke area pesisir sebelum dinyatakan aman. Situasi di wilayah terdampak masih berkembang dan menjadi perhatian serius pemerintah Jepang serta masyarakat internasional.

Berita Terbaru

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline18 menit lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline45 menit lalu
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle1 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Nasional3 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Headline3 jam lalu
Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Headline3 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Lifestyle3 jam lalu
600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

600 Truk Disiapkan, Peluncuran Program Gentengisasi di Majalengka Libatkan 34 UMKM

Nasional4 jam lalu
Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Kasus ISPA Akibat Karhutla Capai 333 Ribu, 75 Ribu di Antaranya Balita

Nasional4 jam lalu