Ini Dia Profil 3 Pejabat Baru BGN Pilihan Presiden Prabowo

PASUNDANEKSPRES.ID - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana.
Pergantian tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa malam, 2 Juni.
Tak hanya mengganti kepala lembaga, Presiden juga melakukan perubahan pada posisi wakil kepala BGN. Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya diberhentikan dari jabatannya.
Sebagai penggantinya, Agustina Arumsari ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN, sementara posisi yang ditinggalkan Sony Sanjaya diisi oleh Mayor Jenderal TNI Trenggono.
Berikut profil singkat tiga pejabat baru yang kini memimpin Badan Gizi Nasional:
3 Pejabat Baru BGN Baru
1. Nanik Sudaryati Deyang
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik Sudaryati Deyang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Perempuan yang akrab disapa Nanik S. Deyang ini lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Karier profesionalnya dimulai di dunia jurnalistik sebagai wartawan Tabloid Bangkit yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Ia kemudian meniti karier hingga menjadi pimpinan di Kelompok Media Peluang (KMP).
Pengalamannya yang panjang di bidang media membuat Nanik dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang kuat. Namanya semakin dikenal secara nasional saat bergabung dalam tim pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.
Di pemerintahan, Nanik pernah menjabat sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024–2029 sebelum dilantik sebagai Wakil Kepala BGN pada reshuffle Kabinet Merah Putih tahun 2025.
Selama bertugas di BGN, ia bertanggung jawab mengawasi komunikasi publik serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik juga aktif melakukan inspeksi mendadak ke berbagai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar operasional program berjalan sesuai ketentuan.
Dalam sejumlah sidak, ia menemukan berbagai pelanggaran mulai dari masalah higienitas, tata letak dapur yang tidak sesuai standar, hingga fasilitas sanitasi yang berpotensi mengganggu keamanan pangan. Atas temuan tersebut, Nanik tidak ragu menjatuhkan sanksi penangguhan sementara terhadap SPPG yang belum memenuhi standar.
Terbaru, ia mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei 2026 terdapat 2.213 SPPG yang masih menjalani masa penangguhan guna melakukan perbaikan kualitas layanan Program MBG.
2. Agustina Arumsari
Agustina Arumsari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mendampingi Muhammad Yusuf Ateh.
Pada Februari 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BPKP. Pengangkatan tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1983, BPKP memiliki posisi wakil kepala.
Lulusan Diploma III dan Diploma IV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini juga meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada 2014. Selain pendidikan formal, Agustina memiliki berbagai sertifikasi profesional di bidang audit, investigasi, akuntansi, dan manajemen risiko.
Kariernya berkembang dari lingkungan internal BPKP. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Direktur Investigasi BUMN dan BUMD, Direktur Investigasi III, hingga Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi.
Pengalamannya dalam investigasi keuangan negara membuatnya terlibat dalam berbagai penanganan kasus besar, termasuk proses penghitungan kerugian negara pada perkara korupsi tata niaga timah yang menjadi perhatian publik pada 2024.
Selama menjabat di BPKP, Agustina juga aktif mendorong penguatan tata kelola pemerintahan, transparansi, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program-program strategis nasional.
3. Mayjen TNI Trenggono
Mayor Jenderal TNI Trenggono merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Lahir pada 21 November 1969, Trenggono merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Selama berkarier di lingkungan TNI, ia pernah menduduki berbagai posisi penting.
Pada periode 2023–2024, Trenggono menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer. Setelah itu, ia bertugas di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan pada 2024–2025.
Ia juga sempat dipercaya sebagai Staf Khusus Panglima TNI pada 2025. Selain kiprahnya di lingkungan militer, Trenggono turut terlibat dalam pengawalan berbagai program nasional, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Alasan Pergantian Pimpinan BGN
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keputusan Presiden melakukan pergantian pimpinan BGN diambil setelah melalui proses pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden secara rutin menilai kinerja seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BGN, serta mempertimbangkan berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, dan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
BGN dinilai memiliki peran penting dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan setiap program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai prinsip akuntabilitas.
