MBG TV Mengudara di 13 Provinsi, Efektifkah Edukasi Gizi Lewat Televisi?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas sosialisasinya kepada masyarakat. Salah satu langkah terbaru adalah menghadirkan MBG TV, program televisi edukatif yang kini telah mengudara di 13 provinsi dan menjangkau puluhan wilayah di Indonesia.
Program ini dirancang sebagai media penyebaran informasi mengenai gizi, ketahanan pangan, hingga kebijakan gizi nasional. Kehadiran MBG TV juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Badan Gizi Nasional.
Namun, muncul pertanyaan mengenai seberapa efektif pendekatan ini dalam menjangkau masyarakat secara luas. Di tengah perubahan pola konsumsi media yang kini banyak beralih ke platform digital dan media sosial, penggunaan televisi sebagai media utama edukasi dinilai perlu dievaluasi.
Sebagian kalangan menilai, edukasi mengenai gizi seharusnya tidak hanya disampaikan melalui siaran televisi, tetapi juga diikuti dengan pendekatan langsung di sekolah, keluarga, dan komunitas.
Tanpa pendampingan dan implementasi di lapangan, informasi yang disampaikan dikhawatirkan hanya berhenti sebagai kampanye komunikasi semata.
Selain itu, keberhasilan program edukasi gizi juga sangat bergantung pada akses masyarakat terhadap sumber pangan bergizi. Di sejumlah daerah, tantangan seperti ketersediaan bahan pangan, daya beli masyarakat, hingga distribusi pangan masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan secara bersamaan.
Kehadiran MBG TV memang menjadi langkah baru dalam memperluas penyebaran informasi gizi. Namun, efektivitasnya dalam mengubah pola konsumsi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibuktikan melalui implementasi nyata dan evaluasi berkelanjutan.
Sumber: Tribunnews
