Menkes Soroti 1.824 Orang Terkaya Masih Terdaftar PBI, Data Akan Dievaluasi

PASUNDANEKSPRES.ID - Di tengah proses reaktivasi massal kepesertaan PBI JKN di Jakarta Barat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti persoalan ketidaktepatan data penerima bantuan iuran.
Menurut Menkes, masih ditemukan masyarakat yang tergolong mampu namun tercatat sebagai penerima PBI. Bahkan terdapat 1.824 orang yang masuk desil 10 atau kelompok ekonomi terkaya tetapi masih terdaftar sebagai peserta BPJS PBI.
Ia menyampaikan, “BPS yang nanti mer-review apakah orang-orang ini masuk ke hasil 1, 2, 3, apa. Jadi teman-teman kalau mau nanya caranya gimana, lebih tepat tanya ke BPS. Nanti BPS dan Kementerian Sosial itu memiliki kriteria-kriteria bagaimana orang ini masuk ke Dil berapa supaya supaya supaya jadi tersentralisasi karena masalah desil 1 sampai 10 ini kan enggak hanya di kesehatan kan. Iya.”
Saat ini kuota PBI JKN mencapai 96,8 juta jiwa secara nasional. Dengan jumlah sebesar itu, akurasi pendataan menjadi krusial agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi dan pembaruan data secara berkala melalui koordinasi antara BPS dan Kementerian Sosial. Harapannya, tidak ada lagi warga miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat data yang tidak sinkron, sekaligus memastikan masyarakat mampu tidak lagi menikmati subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok rentan.
