Stok Hewan Kurban Nasional Dipastikan Aman, Mentan Ancam Cabut Izin Importir Nakal

PASUNDANEKSPRES.ID — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat secara nasional. Kepastian tersebut disampaikan usai menghadiri Musyawarah Besar Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) di Makassar, Sabtu (2/5/2026).
Stok Hewan Kurban Nasional
“Stok hewan kurban tidak masalah. Stoknya cukup, bahkan lebih dari cukup,” tegas Amran di hadapan awak media.
Meski demikian, Amran mengingatkan adanya potensi permainan harga di tingkat importir. Ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang menaikkan harga di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Khusus untuk daging sapi, saya minta seluruh importir jangan menaikkan harga di atas HET. Kalau itu dilakukan, izinnya akan saya cabut dan tidak bisa berbisnis lagi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang momentum besar seperti Idul Adha yang identik dengan peningkatan permintaan daging. Menurut Amran, stabilitas harga merupakan prioritas utama demi melindungi daya beli masyarakat.
Ia mencontohkan kondisi harga pangan selama Ramadan 2026 yang relatif stabil. Pada periode tersebut, pasokan bahan pangan dinilai melimpah sehingga mampu menekan lonjakan harga di pasaran.
“Pada bulan suci Ramadan, harga daging relatif stabil. Bahkan seluruh komoditas pangan juga stabil. Ini tidak lepas dari peran importir dan pedagang yang tidak memainkan harga,” jelasnya.
Amran juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah menjaga keseimbangan pasar. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku distribusi menjadi kunci dalam menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat klaim tersebut. Berdasarkan catatan resmi, inflasi pangan selama Ramadan terkendali, menunjukkan keberhasilan pengelolaan stok dan distribusi.
Namun, Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lengah. Pengawasan terhadap rantai pasok akan terus diperketat guna mencegah praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
“Sekarang kita harus tegas, karena rakyat menanti kebijakan terbaik dari pemerintah,” kata Amran.
Dengan jaminan stok yang memadai dan pengawasan harga yang ketat, pemerintah optimistis kebutuhan hewan kurban dan daging sapi pada Idul Adha 2026 dapat terpenuhi tanpa gejolak harga yang signifikan.
