Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

TikTok hingga Roblox Masuk Daftar Media Sosial yang Dibatasi Komdigi, Berlaku 28 Maret 2026

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|10:53 WIB
Bagikan:
TikTok hingga Roblox Masuk Daftar Media Sosial yang Dibatasi Komdigi, Berlaku 28 Maret 2026
Gambar: Aplikasi Roblox, dalah satu Media Sosial yang Dibatasi Komdigi. (Sumber: Roblox)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah segera menerapkan kebijakan baru terkait sejumlah media sosial yang dibatasi Komdigi sebagai bagian dari langkah perlindungan anak di ruang digial.

Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 28 Maret 2026 dan akan berdampak pada sejumlah platform media sosial populer yang selama ini banyak digunakan oleh anak-anak di bawah 16 tahun.

Aturan mengenai pembatasan media sosial ini tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Regulasi tersebut merupakan aturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menilai ruang internet saat ini menyimpan berbagai risiko bagi anak.

Aktivitas daring yang semakin luas membuka peluang munculnya paparan konten yang tidak sesuai usia, mulai dari pornografi, kekerasan, hingga praktik penipuan digital.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa kebijakan ini disusun sebagai langkah pencegahan agar anak-anak tidak mudah terpapar berbagai ancaman tersebut.

Komdigi juga mendorong platform digital untuk menerapkan sistem verifikasi usia secara lebih ketat. Upaya ini diharapkan mampu membatasi akses anak di bawah 16 tahun terhadap fitur-fitur tertentu yang dinilai berisiko.

Pada tahap awal penerapan kebijakan, pemerintah mengidentifikasi delapan platform digital yang masuk kategori berisiko tinggi bagi anak-anak.

Platform tersebut dinilai memiliki pola interaksi terbuka serta distribusi konten yang sangat cepat.

Berikut daftar aplikasi yang termasuk dalam kebijakan media sosial yang dibatasi Komdigi:

  • TikTok
  • Facebook
  • Instagram
  • Threads
  • X (Twitter)
  • YouTube
  • Bigo Live
  • Roblox

Penilaian terhadap platform-platform tersebut dilakukan melalui berbagai pertimbangan, termasuk pola interaksi pengguna, sistem distribusi konten, serta potensi paparan informasi yang tidak sesuai usia.

Sebagian besar aplikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk menerima informasi, membagikan foto atau video, serta berinteraksi langsung dengan pengguna lain yang tidak dikenal.

Fitur interaksi terbuka ini menjadi salah satu alasan pemerintah memasukkan platform tersebut dalam kategori berisiko tinggi bagi anak.

Selain itu, sistem algoritma rekomendasi yang digunakan oleh banyak platform juga dapat membawa pengguna pada konten yang tidak selalu sesuai usia.

Video yang mengandung kekerasan, ujaran kebencian, materi dewasa, hingga informasi yang belum terverifikasi dapat muncul dalam rekomendasi secara otomatis.

Pembatasan penggunaan media sosial yang dibatasi Komdigi ini diharapkan mampu mengurangi potensi paparan konten tersebut. 

Pembatasan akun bukan berarti menutup akses anak terhadap teknologi, melainkan memastikan penggunaan internet tetap berada dalam pengawasan yang memadai.

Seiring penerapan aturan ini, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan berbagai platform digital untuk memperkuat moderasi konten serta meningkatkan mekanisme verifikasi usia pengguna.

(pm)

Berita Terbaru

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Polisi Selidiki Pembegalan Pelajar di Rawamerta Karawang, Ini Perkembangan Terbarunya!

Karawang57 menit lalu
Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Lagi, KPPBC Purwakarta dan Satpol PP Temukan 13.560 Batang Rokok Ilegal di Jalur Subang-Cibogo

Headline1 jam lalu
Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Didemo Warga, Soroti Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Headline1 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Bupati Reynaldy Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Cara Matikan Fitur Unduh Otomatis File di WhatsApp, Bisa Hemat Memori HP

Lifestyle3 jam lalu
Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Wamen Ossy Ajak Kolaborasi para Arsitek untuk Wujudkan Visi Kota 2045

Headline4 jam lalu
Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Dalam Dua Tahun Terakhir, Kementerian ATR/BPN Jangkau 16 Masyarakat Hukum Adat dan Daftarkan 68 Bidang Tanah Ulayat

Nasional4 jam lalu
Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Deklarasi Damai Pilkades Subang, Kapolres: Beda Pilihan, Persaudaraan Harus Tetap Terjaga

Headline4 jam lalu
Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Wabup Subang Agus Masykur Dorong Pemuda Jadi Pelopor Perubahan dan Manfaatkan Peluang Pembangunan

Headline4 jam lalu
Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Laut Bercerita, Angkat Perjuangan Aktivis Mahasiswa

Lifestyle4 jam lalu