Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

90 Menit yang Menguras Emosi: Kronologi Lengkap Malam Panas Persib vs Ratchaburi di GBLA

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|11:32 WIB
Bagikan:
90 Menit yang Menguras Emosi: Kronologi Lengkap Malam Panas Persib vs Ratchaburi di GBLA
Wasit Majed Mohammed Al Shamrani (kedua dari kiri) asal Arab Saudi memimpin laga Persib vs Ratchaburi FC, Rabu (18/2/2026) dalam laga 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. foto-(KOMPAS.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Laga antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026), bukan sekadar pertandingan sepak bola. Selama 90 menit, publik disuguhkan drama, kontroversi, dan emosi yang naik-turun hingga peluit akhir dibunyikan.

Meski Persib keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0, jalannya pertandingan menyisakan tanda tanya besar dan kemarahan Bobotoh terhadap kepemimpinan wasit.

Babak Pertama: Dominasi Persib dan Awal Kejanggalan

Sejak kick-off, Persib tampil agresif dengan dukungan penuh Bobotoh. Serangan demi serangan dibangun dari sektor sayap, memaksa Ratchaburi lebih banyak bertahan.

Namun, pada pertengahan babak pertama, tanda-tanda kontroversi mulai muncul. Sebuah situasi di sisi lapangan yang dinilai layak menghasilkan tendangan sudut untuk Persib justru diabaikan wasit. Keputusan itu memancing sorakan kecewa dari tribun.

Tekanan Persib akhirnya berbuah hasil pada menit ke-40. Striker asal Prancis, Andrew Jung, memanfaatkan kemelut di depan gawang Ratchaburi dan sukses mencetak gol pembuka. GBLA pun bergemuruh.

Skor 1-0 membuat Persib semakin percaya diri. Namun, justru di saat momentum berada di tangan tuan rumah, insiden krusial terjadi.

Menit 45+7’: Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Saat laga memasuki masa injury time babak pertama, gelandang Persib Uilliam Barros terlibat duel keras di lini tengah. Tanpa ragu, wasit asal Arab Saudi, Majed Al-Shamrani, langsung mengeluarkan kartu merah.

Keputusan tersebut sontak memicu protes keras dari pemain Persib dan ledakan emosi Bobotoh. Yang menjadi sorotan utama, kartu merah itu diberikan tanpa pengecekan VAR, meski momen tersebut dinilai krusial dan layak ditinjau ulang.

Babak pertama pun berakhir dalam suasana panas, bukan perayaan keunggulan.

Babak Kedua: Tekanan, Peluit Cepat, dan VAR yang “Menghilang”

Memasuki babak kedua, Persib harus bermain dengan 10 pemain. Ratchaburi mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, sementara Persib lebih mengandalkan serangan balik.

Di babak ini, kontroversi semakin bertambah. Keputusan offside yang dinilai janggal membuat serangan Persib kerap terhenti. Salah satu peluang emas Adam Alis dihentikan peluit wasit lebih cepat, padahal situasi masih terbuka.

Tak hanya itu, pelanggaran kaki tinggi pemain Ratchaburi hanya berujung kartu kuning, memicu pertanyaan soal konsistensi keputusan. Duel udara yang melibatkan Nick Kuipers di area berbahaya pun luput dari tinjauan VAR, meski tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak yang patut diperiksa.

Puncak kemarahan Bobotoh terjadi saat Beckham Putra dijatuhkan di depan kotak penalti Ratchaburi. Wasit kembali memilih melanjutkan permainan tanpa review, membuat stadion bergemuruh oleh teriakan protes.

Peluit Akhir: Menang di Skor, Panas di Tribun

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk Persib tak berubah. Secara hasil, Maung Bandung berhasil mengamankan kemenangan. Namun suasana di GBLA tak sepenuhnya dipenuhi kegembiraan.

Alih-alih merayakan kemenangan, Bobotoh justru menyoroti kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan. Media sosial pun langsung dibanjiri perdebatan, dengan tagar laga Persib vs Ratchaburi meroket dalam hitungan menit.

Persib menang secara angka.
Namun malam itu, pertandingan lebih dikenang sebagai 90 menit penuh kontroversi sebuah laga yang meninggalkan kemenangan, sekaligus luka di rasa keadilan Bobotoh.

Berita Terbaru

Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Daftar Perusahaan Asing di Kawasan Industri Subang, Terbaru Ada BYD dan VinFast

Subang12 menit lalu
10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional11 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta11 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang12 jam lalu
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang12 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga12 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional13 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle13 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang13 jam lalu