Bukan Soal Taktik, Bojan Hodak Sebut Rumput GBLA dan Mandulnya Finishing Jadi Musuh Persib di Jalur Juara

PASUNDANEKSPRES.ID - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menilai peluang timnya untuk meraih gelar juara musim ini masih terbuka lebar meski persaingan di papan atas klasemen semakin ketat. Maung Bandung saat ini masih bertengger di posisi pertama dengan koleksi 72 poin, namun terus ditempel ketat oleh Borneo FC yang memiliki jumlah poin sama dan hanya kalah head to head.
Di sisi lain, Persija Jakarta yang berada di peringkat ketiga juga masih memiliki peluang dalam perebutan titel juara. Situasi tersebut membuat Persib wajib menentukan nasib sendiri dengan meraih kemenangan dalam tiga laga tersisa agar bisa mengunci gelar tanpa harus bergantung pada hasil tim lain.
Meski sempat kehilangan poin dalam beberapa pertandingan terakhir, Bojan Hodak tetap optimistis dengan performa anak asuhnya. Menurut dia, secara permainan Persib masih mampu mendominasi lawan dan menciptakan banyak peluang.
Bojan Hodak Sebut Bukan Soal Taktik
“Pada semua pertandingan yang kami mainkan, kami mendominasi, di semua laga kami mampu menciptakan peluang. Satu-satunya masalah adalah seperti saat menghadapi Arema, kami tidak mampu mencetak gol,” ujar Bojan saat diwawancara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (6/5).
Ia menyebut masalah utama Persib saat ini berada pada penyelesaian akhir. Menurutnya, lini tengah hingga pertahanan sudah tampil cukup solid, namun peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol secara maksimal.
“Begitu juga pada pertandingan terakhir ini, kami tidak mencetak gol. Anda tahu sendiri, kami hanya mencetak satu gol, meski kami punya banyak peluang tapi tidak jadi gol. Tapi secara pertahanan, lini tengah sudah bagus,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
Bojan juga memberikan apresiasi terhadap performa lini belakang Persib yang dinilai mulai menunjukkan peningkatan. Setelah sempat kebobolan dua gol saat menghadapi Bali United, Dewa United, dan Bhayangkara FC, Persib mampu mencatat clean sheet ketika menjamu PSIM Yogyakarta.
Menurut Bojan, penjaga gawang Teja Paku Alam bahkan nyaris tidak mendapatkan ancaman serius sepanjang pertandingan terakhir.
“Saya rasa Teja hampir tidak menyentuh bola, benar kan? Dalam 90 menit, hanya ada satu tembakan tepat sasaran. Mereka memiliki satu tendangan bebas, itu mungkin situasi yang cukup berbahaya. Kami membuat banyak peluang, tapi bola tidak mau masuk,” jelasnya.
Selain menyoroti penyelesaian akhir, Bojan turut mengkritik kondisi rumput Stadion GBLA yang dinilai sudah memburuk dan memengaruhi permainan timnya. Ia menyebut pantulan bola di lapangan membuat pemain kesulitan mengembangkan permainan, terutama saat bermain di kandang sendiri.
“Dalam beberapa hal, bisa dikatakan pemain memang melewatkan sesuatu, tapi anda bisa melihat kondisi lapangannya benar-benar buruk. Ketika Anda bermain di sana, saat bola memantul, para pemain mengalami masalah karena lapangan tersebut,” tutur Bojan.
