Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bentrok Ojol dan Buruh di Purwakarta, Kapolres : Semua Elemen Agar Menahan Diri Jaga Kondusivitas

N
Nanda YuanitaEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Bentrok Ojol dan Buruh di Purwakarta, Kapolres : Semua Elemen Agar Menahan Diri Jaga Kondusivitas
Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten 2026 di Kabupaten Purwakarta diwarnai bentrokan antara ratusan massa buruh dan ratusan pengemudi ojek online, Senin (22/12/2025) sore.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026 di Kabupaten Purwakarta diwarnai bentrokan antara ratusan massa buruh dan ratusan pengemudi ojek online (ojol), Senin (22/12/2025) sore.

‎‎Pantauan di depan Kantor Kementerian Agama Purwakarta, sekitar pukul 16.40 WIB, situasi terlihat memanas. ‎Massa buruh dan pengemudi ojol terlibat aksi saling lempar batu dan helm, yang membuat warga sekitar panik.

‎‎Kericuhan diduga dipicu insiden yang terjadi lebih awal di Jalan Veteran. Seorang pengemudi ojol disebut menjadi korban pengeroyokan saat tengah mengantarkan pesanan, sehingga memicu kedatangan ratusan ojol ke lokasi aksi buruh.

‎‎Salah satu pengemudi ojol, Aji, mengatakan korban mengalami sejumlah luka dan kini tengah divisum.

‎"Korban sekarang sedang divisum karena luka-luka. Kami datang karena tidak terima ada teman kami yang dikeroyok," kata Aji di lokasi kepada wartawan Pasundan Ekspres.

‎‎Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Purwakarta, Asep Hidayat Syarif, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa kericuhan terjadi akibat kesalahpahaman di lapangan.

‎"Kami dari Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Purwakarta sangat prihatin dengan kejadian hari ini. Bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara kami yang sedang melaksanakan aksi pengawalan pengupahan tahun 2026 dengan teman-teman ojol," ujar Asep.

‎‎Ia memastikan pihak buruh berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara baik dan terbuka.

‎"Insyaallah hari ini juga kami akan meluruskan dan menyelesaikan kesalahpahaman ini. Kami yakin semua pihak ingin masalah ini selesai dengan baik," ucapnya.

‎Pihaknya juga akan memproses tuntutan dari ojol melalui jalur hukum.

‎"Kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan hari ini akan datang ke Polres Purwakarta. Oknum pelaku juga sudah kami siapkan untuk diserahkan ke kepolisian," katanya.

‎Sementara itu, Wakil Ketua Gabungan Aliansi Ojol Purwakarta (GAOP), menjelaskan insiden berawal dari kesalahpahaman di jalan yang berujung gesekan fisik.‎

"Awalnya ini dari aktivitas rekan kami yang sedang bekerja. Terjadi kesalahpahaman di jalan, lalu terjadi gesekan," ujar Thomas.

‎‎Meski telah dilakukan mediasi di lokasi, pihak ojol tetap menempuh jalur hukum.

‎"Untuk hari ini sudah dilakukan klarifikasi dan ada permohonan maaf. Tapi untuk proses hukum tetap kami tempuh. Saat ini kami sudah berada di Polres untuk membuat laporan," ucapnya.

‎Ia menyebutkan korban bernama Gun Gun Gunawan, yang mengalami luka di bagian punggung serta kerusakan pada kendaraannya. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Veteran, Purwakarta.

‎"Kami mengawal proses ini dari awal sampai selesai agar ada keadilan dan supaya kejadian serupa tidak terulang ke depannya," kata Thomas.

‎Geruduk Mapolres Purwakarta

‎Atas insiden tersebut, ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk Polres Purwakarta di waktu sore di hari yang sama.

‎Para ojol menuntut aparat kepolisian bertindak cepat dan tegas memproses hukum oknum buruh yang diduga melakukan kekerasan.

‎‎Thomas menjelaskan peristiwa kekerasan bermula saat salah satu driver menerima orderan dan melintas di Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta.

‎"Rekan kami berpapasan dengan massa buruh yang sedang melakukan aksi demo di depan Yoshinoya. Saat itu dia sudah meminta jalan secara baik-baik, tapi justru mendapatkan intimidasi verbal hingga tindakan kekerasan dari oknum buruh," ujar Thomas di Mapolres Purwakarta.

Setelah insiden di Jalan Veteran, oknum buruh kembali melakukan penyerangan ke Sekretariat GAOP yang berada di Jalan Sudirman, Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta. ‎

"Ketika massa bergerak ke arah Kantor Pemkab Purwakarta, ada oknum yang menyerang sekretariat kami. Karena itu, kami sepakat mendatangi Polres Purwakarta untuk melaporkan kejadian tersebut," ucap Thomas.

‎Atas dasar solidaritas dan kepedulian sesama driver, ratusan ojol kemudian berkumpul di Mapolres Purwakarta.

Mereka mendesak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang menimpa rekan mereka.

‎"Kami meminta Polres Purwakarta bertindak cepat dan tegas. Kami ingin ada kejelasan hukum, dan oknum pelaku pemukulan ini diproses sesuai aturan yang berlaku," kata Thomas.

‎Ia pun menyayangkan terjadinya bentrokan tersebut. Menurutnya, buruh dan pengemudi ojol sejatinya memiliki tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

‎"Padahal kita sama-sama sedang berjuang. Buruh memperjuangkan nasibnya, dan kami para ojol juga sedang mencari rezeki untuk keluarga. Harusnya bisa beriringan menjaga Purwakarta tetap aman dan kondusif," ujarnya.

‎‎Sementara itu, Kapolres Purwakarta I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan menjaga kondusivitas wilayah.

"Tadi memang sempat terjadi permasalahan di jalan. Namun sudah kami pertemukan dan dilakukan mediasi. Perwakilan kedua belah pihak telah saling meminta maaf," kata Anom.

‎Ia menegaskan bahwa kepolisian terus berupaya meredam situasi agar tidak meluas dan meminta semua pihak menjaga ketertiban.

‎"Pada prinsipnya mari kita sama-sama menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Purwakarta. Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap menahan diri dan menjaga situasi tetap aman," ucapnya.(add/sep)

Berita Terbaru

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle6 menit lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang11 menit lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle19 menit lalu
Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Posisi Kerja yang Paling Banyak Dibutuhkan Pabrik Subang 2026, Operator Bukan Satu-satunya

Subang46 menit lalu
ADVERTISEMENT
Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Arti Istilah Tone Deaf di Media Sosial, Mengapa Dikaitkan dengan Sikap Peka?

Lifestyle56 menit lalu
Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Cek Link Live Streaming Persib vs Seoul FC Hari Ini, Bobotoh Merapat!

Olahraga1 jam lalu
Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Rekomendasi Tanaman Indoor Terbaik untuk Mempercantik Rumah

Lifestyle2 jam lalu
Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Kawasan Industri Subang Jadi Incaran Pencari Kerja, Ini Tips Melamarnya

Lifestyle2 jam lalu
Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Lengkap! Daftar Platform Beresiko Tinggi Untuk Anak Versi Komdigi Per September 2026, Ada YouTube hingga Telegram

Nasional3 jam lalu
Jangan Asal! Ini Kriteria Nama yang Tidak Bisa Digunakan di KK, KTP, dan Akta Lahir

Jangan Asal! Ini Kriteria Nama yang Tidak Bisa Digunakan di KK, KTP, dan Akta Lahir

Lifestyle4 jam lalu