FK Pokdarwis Ajak Masyarakat Eksplorasi Destinasi Wisata di Sekitar Tempat Tinggal

PASUNDANEKSPRES.ID - Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kabupaten Purwakarta mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata yang berada di sekitar tempat tinggal atau tidak jauh dari tempat tinggal.
Ketua FK Pokdarwis Kabupaten Purwakarta, Anis Kusmiati mengungkapkan liburan yang berkesan tidak selalu identik dengan bepergian jauh ke luar kota atau destinasi yang mahal. Menurutnya, di era serba cepat ini, semakin banyak cara menikmati liburan tanpa harus pergi jauh. Salah satunya adalah melalui tren micro tourism.
Eksplorasi Destinasi Wisata
"Micro tourism adalah gaya berwisata yang berfokus pada eksplorasi destinasi wisata di sekitar tempat tinggal, baik di dalam kota maupun daerah terdekat. Biasanya, wisata ini dilakukan dalam waktu singkat," jelas Anis, ditemui saat kunjungan ke Objek Wisata, beberapa waktu lalu.
Ia menyebut, konsep ini sangat cocok bagi siapa saja yang ingin liburan tanpa harus mengambil cuti panjang atau merogoh kocek terlalu dalam, khusus di pekan terakhir masa liburan sekolah.
"Tren micro tourism mendorong masyarakat untuk mengubah persepsi bahwa berwisata harus dilakukan ke tempat yang jauh dan membutuhkan biaya besar," tutur Anis.
Menurut dia, wisatawan dapat memperoleh pengalaman baru dengan mengunjungi destinasi yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya, termasuk desa wisata yang menawarkan aktivitas dan budaya berbeda dari keseharian masyarakat perkotaan.
"Ada banyak hal seru yang bisa dieksplorasi di Kabupaten Purwakarta. Wisatawan bisa mulai dengan berburu hidden gem atau pesona alam khas Kabupaten Purwakarta. Banyak objek wisata di Kabupaten Purwakarta yang menarik untuk dikunjungi," ucapnya.
Selain itu, lanjut Anis, bisa mencoba kuliner lokal yang belum pernah disambangi, keliling kota untuk melihat sudut-sudut baru, hingga staycation bernuansa alam.
"Di Kabupaten Purwakarta juga ada Desa Wisata yang bisa dikunjungi. Di desa wisata, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman autentik seperti menginap di rumah warga, belajar kerajinan tangan, hingga ikut serta dalam tradisi setempat yang mustahil ditemui di hiruk-pikuk kota besar," sebutnya.
Selain menyenangkan, kata Anis, micro tourism juga membawa dampak positif. "Kehadiran wisatawan micro tourism turut membantu menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Hal ini tentu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat," ucap Anis.
Tak hanya soal ekonomi, gaya berwisata ini juga secara alami mendorong warga dan wisatawan untuk sama-sama menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Dengan begitu, daerah tersebut akan selalu asri dan nyaman dikunjungi.(mas/sep)
