Olimpiade Smart Student PKS 2026 Bentuk Karakter Pelajar di Purwakarta

PASUNDANEKSPRES.ID - Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mendukung penuh upaya pembentukan karakter peserta didik melalui penguatan budaya disiplin, kepemimpinan, dan keselamatan berlalu lintas. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap Olimpiade Smart Student Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang diselenggarakan oleh Batalyon Kiansantang Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, bertempat di Komplek SMP/SMA Pasundan Purwakarta, beberapa waktu lalu.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Purwakarta, Dede Supendi. Adapun pesertanya anggota PKS jenjang SMP dan MTs se-Kabupaten Purwakarta.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam bidang ketertiban berlalu lintas, kepemimpinan, kedisiplinan, serta penguatan karakter sebagai pelopor keselamatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Olimpiade Smart Student PKS Tingkat Polda Jawa Barat
Komandan PKS Batalyon Kiansantang, Dais Solihat, menjelaskan bahwa peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik akan mewakili Polres Purwakarta pada Lomba Olimpiade Smart Student PKS Tingkat Polda Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 27 Agustus 2026.
"Melalui kegiatan ini kami berharap lahir kader-kader PKS yang memiliki kompetensi, disiplin, dan tanggung jawab tinggi. Para juara nantinya akan menjadi wakil Polres Purwakarta pada lomba tingkat Polda Jawa Barat," kata Dais saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Selasa (4/8/2026).
Dikonfirmasi terpisah, Dede Supendi, menyampaikan apresiasi kepada Satlantas Polres Purwakarta atas konsistensinya membina generasi muda melalui kegiatan yang edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter.
"Patroli Keamanan Sekolah bukan sekadar organisasi siswa yang membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan sekolah. PKS merupakan wahana pendidikan karakter yang membentuk peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap keselamatan diri dan orang lain. Nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting dalam membentuk generasi yang unggul," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembinaan PKS selaras dengan kebijakan Pendidikan Karakter Kabupaten Purwakarta yang menempatkan pembentukan akhlak, disiplin, kepedulian sosial, dan budaya tertib sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan.
"Pendidikan di Purwakarta tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik," ujar Dede.
Melalui berbagai program pendidikan karakter, pihaknya ingin melahirkan generasi yang memiliki integritas, disiplin, gotong royong, cinta tanah air, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
"PKS menjadi salah satu media yang sangat efektif dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut," ucapnya.
Dede juga mengaitkan pentingnya kegiatan PKS dengan implementasi Gapura Panca Waluya yang menjadi arah pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, nilai-nilai yang dibangun dalam PKS sejalan dengan semangat Gapura Panca Waluya, yaitu membentuk generasi yang Cageur (sehat), Bageur (berakhlak mulia), Bener (berintegritas), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).
"Ketika peserta didik mampu menerapkan disiplin berlalu lintas, menghargai aturan, bekerja sama, serta menjadi pelopor keselamatan, sesungguhnya mereka sedang mengaktualisasikan nilai-nilai Panca Waluya dalam kehidupan sehari-hari," kata Dede.
Ia berharap seluruh anggota PKS menjadi teladan dalam kedisiplinan, etika berlalu lintas, serta mampu mengedukasi teman sebaya mengenai pentingnya keselamatan di jalan.
"Melalui penyelengaraan Olimpiade Smart Student PKS Tahun 2026, diharapkan semakin tumbuh kesadaran peserta didik akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berkarakter," ujarnya.(add/sep)
