PASUNDAN EKSPRES - Mudik Lebaran 2025 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis oleh aplikasi pemesanan tiket perjalanan tiket.com yang dikutip Tempo.co, terdapat lonjakan dalam pemesanan tiket transportasi, akomodasi, serta aktivitas wisata dan atraksi.
Faktor-faktor seperti penurunan harga tiket pesawat domestik, libur panjang akibat berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, serta meningkatnya minat masyarakat untuk berlibur turut mendorong pergerakan yang lebih besar.
Lonjakan Pemesanan Tiket Transportasi dan Akomodasi
Menurut Public Relations Manager tiket.com, Sandra Darmosumarto, pemesanan tiket transportasi meningkat sebesar 27 persen dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu.
Sementara itu, pemesanan akomodasi naik hingga 41 persen, dan pemesanan aktivitas wisata serta atraksi melonjak sebesar 69 persen.
Peningkatan ini tidak hanya disebabkan oleh tradisi mudik, tetapi juga karena tren masyarakat yang semakin banyak memilih untuk menghabiskan waktu libur Lebaran dengan berwisata ke berbagai destinasi favorit.
Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan ini adalah turunnya harga tiket pesawat domestik sebesar 13-14 persen. Dampak dari kebijakan ini sangat terlihat, di mana pemesanan tiket pesawat melalui tiket.com meningkat hingga 35,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, kebijakan libur sekolah yang lebih panjang juga mendorong peningkatan jumlah perjalanan, baik untuk mudik maupun untuk berlibur ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Destinasi Populer dalam Periode Mudik Lebaran 2025
Data dari tiket.com menunjukkan bahwa periode mudik yang paling ramai berlangsung pada 27 Maret hingga 6 April 2025. Adapun moda transportasi yang paling banyak digunakan adalah transportasi udara, dengan destinasi utama sebagai berikut:
- Jakarta
- Bali
- Surabaya
- Medan
- Balikpapan
Sementara itu, untuk transportasi kereta api, beberapa rute favorit pemudik dan wisatawan adalah:
- Jakarta - Bandung
- Jakarta - Yogyakarta
- Jakarta - Surabaya
- Jakarta - Semarang
Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya melakukan perjalanan untuk pulang ke kampung halaman, tetapi juga memilih destinasi wisata untuk menikmati liburan Lebaran bersama keluarga.
Prediksi Pergerakan Pemudik Lebaran 2025
Kementerian Perhubungan juga mencatat bahwa jumlah pemudik pada Lebaran 2025 diprediksi mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total populasi Indonesia.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, angka tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.
Perkiraan puncak arus mudik dan arus balik:
- Puncak arus mudik: H-3 Lebaran, 28 Maret 2025, dengan jumlah pergerakan sekitar 12,1 juta orang.
- Puncak arus balik: H+5 Lebaran, 6 April 2025, dengan pergerakan mencapai 31,49 juta orang.
Beberapa provinsi dengan jumlah pemudik terbesar adalah:
- Jawa Barat – 30,9 juta orang (21,1%)
- Jawa Timur – 26,4 juta orang (18%)
- Jawa Tengah – 23,3 juta orang (15,9%)
- Banten – 7,9 juta orang (5,4%)
- DKI Jakarta – 6,7 juta orang (4,6%)
Data ini menunjukkan bahwa pulau Jawa tetap menjadi episentrum utama pergerakan pemudik, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Dampak dan Tantangan dalam Mudik Lebaran 2025
Lonjakan pergerakan masyarakat selama periode mudik tentu membawa sejumlah dampak dan tantangan, baik dari segi transportasi, infrastruktur, maupun keamanan perjalanan.
- Kemacetan di Jalur Darat
Dengan meningkatnya jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi darat, potensi kemacetan di jalan tol dan jalur utama semakin tinggi. Oleh karena itu, pemerintah terus mengoptimalkan rekayasa lalu lintas, seperti sistem one-way, contra-flow, dan ganjil-genap. - Lonjakan Permintaan Tiket Transportasi
Meski telah diprediksi jauh hari, banyak pemudik tetap kesulitan mendapatkan tiket transportasi, terutama tiket kereta api dan pesawat. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan atau harus membayar harga yang lebih mahal. - Persiapan di Destinasi Wisata
Dengan meningkatnya tren berlibur saat Lebaran, berbagai destinasi wisata juga perlu meningkatkan fasilitas, kapasitas akomodasi, serta layanan bagi wisatawan. Kota-kota seperti Bali, Yogyakarta, dan Bandung perlu bersiap menghadapi lonjakan kunjungan yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
(ipa)