Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Asal Usul Penyapu Koin di Subang Indramayu yang Kini Jadi Sorotan Publik

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|12:15 WIB
Bagikan:
Asal Usul Penyapu Koin di Subang Indramayu yang Kini Jadi Sorotan Publik
Puluhan warga menjadi penyapu koin di kawasan Jembatan Sewo, perbatasan Subang–Indramayu, saat arus mudik Lebaran.

PASUNDANEKSPRES.ID - Fenomena penyapu koin di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat kembali menjadi sorotan publik, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Aktivitas ini banyak ditemui di wilayah Sewoharjo, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang hingga Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Keberadaan para penyapu koin kerap menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi dianggap sebagai tradisi, namun di sisi lain dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena berpotensi memicu kecelakaan serta menyebabkan kemacetan.

Para penyapu koin biasanya berdiri di bahu jalan sambil membawa sapu lidi panjang. Mereka menunggu pengendara yang melintas melempar uang recehan atau bahkan uang kertas, lalu dengan sigap menyapu uang tersebut ke pinggir jalan. Aksi saling berebut koin ini kerap membuat situasi lalu lintas menjadi tidak kondusif.

Asal Usul Penyapu Koin di Subang Indramayu

Berdasarkan penelusuran, asal usul penyapu koin di Subang Indramayu tidak lepas dari tradisi sosial-budaya yang berkembang di Jembatan Sewo sebuah jalur penghubung penting antara dua wilayah tersebut.

Tradisi ini disebut berakar dari legenda lokal tentang Saedah dan Saeni, kakak beradik yang konon berubah menjadi buaya putih setelah menceburkan diri ke sungai di sekitar jembatan. Kisah ini kemudian melahirkan nuansa mistis yang dipercaya sebagian masyarakat setempat.

Kepercayaan tersebut berkembang menjadi kebiasaan melempar koin sebagai bentuk sedekah atau penghormatan kepada “penunggu” sungai. Tujuannya agar para pengendara diberi keselamatan saat melintasi jalur Pantura yang dikenal rawan kecelakaan.

Tradisi “tawur duit” ini pun terus berlangsung hingga kini. Namun seiring waktu, praktik tersebut mengalami pergeseran makna.

Dari Tradisi ke Peluang Ekonomi

Awalnya hanya sebatas ritual atau kepercayaan, kini fenomena tersebut berkembang menjadi aktivitas ekonomi bagi sebagian masyarakat. Para penyapu koin berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia, yang mayoritas berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Dengan memanfaatkan momen, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran, jumlah penyapu koin bisa meningkat drastis. Bahkan ratusan orang dapat berjejer di sepanjang jalan dekat Jembatan Sewo untuk mengais rezeki dari uang yang dilempar pengendara.

Penggunaan sapu lidi dengan tangkai panjang menjadi alat utama mereka agar bisa mengumpulkan uang tanpa harus terlalu lama berada di tengah jalan yang padat kendaraan.

Meski dianggap sebagai sumber penghasilan, aktivitas ini tidak lepas dari risiko besar. Selain membahayakan keselamatan para penyapu koin sendiri, tindakan tersebut juga dapat mengganggu pengguna jalan lain.

Lonjakan jumlah penyapu koin saat musim mudik semakin memperbesar potensi kecelakaan dan kemacetan di jalur Pantura yang memang sudah padat.

Fenomena ini pun terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait upaya penertiban dan edukasi kepada masyarakat agar tradisi yang ada tidak berujung pada risiko keselamatan.

Berita Terbaru

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

10 Fakta Unik Dibalik Erupsi Gunung Semeru yang Menarik untuk Diketahui

Nasional3 jam lalu
Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Permudah Masyarakat, Kemenhaj Purwakarta Buka Mal Pelayanan Publik

Purwakarta4 jam lalu
1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

1.005 Warga Desa Gambarsari Dapat Bantuan Beras

Subang4 jam lalu
Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Pekerjaan untuk Lulusan SMK di Kawasan Industri Subang, Ini Posisi yang Banyak Dibutuhkan

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Ikhtiar Benahi Tata Kelola Kepegawaian, Kemenag Subang Kawal Hak ASN hingga Purnabakti

Subang4 jam lalu
Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Daftar Skuad Panjat Tebing Indonesia di Asian Games 2026: Raviandi Turun di Dua Nomor

Olahraga5 jam lalu
Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Apa Itu Program Ruang Bersama Indonesia? Ini Tujuan dan Cara Kerjanya

Nasional5 jam lalu
Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Cara Membuat WhatsApp Community, Gabungkan Grup Lebih Praktis

Lifestyle6 jam lalu
Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Kejari Subang Tetapkan Kades Parigimulya sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi PT KITS

Subang6 jam lalu
Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Cara Menikmati Hidup Tanpa Pacaran, Dijamin Bahagia!

Lifestyle6 jam lalu