Atasi Masalah Lingkungan, Perempuan Asal Subang Dirikan Bank Sampah

PASUNDANEKSPRES.ID – Persoalan sampah di Kabupaten Subang kian mengkhawatirkan dan mendorong lahirnya berbagai inisiatif dari masyarakat guna mendukung program kebersihan di daerah.
Salah satunya datang dari Tita Andriani, perempuan asal Subang yang menjadikan bank sampah sebagai solusi nyata atas persoalan lingkungan di masyarakat.
Diketahui, produksi sampah di Subang mencapai sekitar 900 ton per hari, sementara kemampuan penanganannya baru sekitar 250 ton per hari.
Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan armada serta akses menuju TPA Jalupang yang belum optimal.
Menurut Tita, konsep bank sampah mampu menyentuh berbagai aspek sekaligus, mulai dari lingkungan, sosial, hingga ekonomi masyarakat.
“Bank sampah ini menyentuh isu lingkungan, sosial, sekaligus ekonomi. Bahkan, bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Ia menjelaskan, melalui bank sampah, masyarakat diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah.
Sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat ditabung, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan ternak.
Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Warga semakin teredukasi untuk memilah sampah di rumah. Jika kesadaran itu tumbuh, sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang,” pungkasnya. (dan/ded)
