Bangunan Ex Hotel Subang Plaza Kumuh Seperti Sarang Hantu, Jadi Sorotan KDM

PASUNDANEKSPRES.ID - Bangunan Ex Hotel Subang Plaza yang terbengkalai di pusat kota kembali menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya penataan wajah perkotaan, termasuk penanganan bangunan mangkrak di Subang.
Isu ini mencuat seiring dorongan pembenahan tata kota yang dinilai mencerminkan kemajuan suatu daerah, mulai dari pengelolaan pedagang kaki lima hingga revitalisasi bangunan tidak terpakai.
Dalam beberapa kesempatan, Dedi Mulyadi menegaskan keberadaan bangunan terbengkalai dapat merusak estetika kota sekaligus menghambat potensi ekonomi.
“Tata kota yang baik mencerminkan kemajuan daerah. Bangunan mangkrak harus menjadi perhatian serius,” tegasnya kepada Pasundan Ekspres.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi Hotel Subang Plaza yang memprihatinkan. Cat tembok mengelupas, jendela banyak yang pecah, serta halaman dipenuhi semak belukar tanpa perawatan.
Bangunan yang dulu menjadi ikon perhotelan di Subang itu kini tampak sunyi dan tak terawat. Suasana di sekitarnya pun terkesan kumuh dan menyeramkan, terutama pada sore hingga malam hari.
Yana (46), petugas kebersihan yang sesekali merapikan area sekitar, menyebut bangunan tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat.
“Banyak warga berharap bangunan ini tidak diubah, tapi dijadikan cagar budaya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berbagai wacana terkait masa depan bangunan tersebut masih simpang siur di masyarakat.
“Ada yang bilang jadi pusat perbelanjaan, ada juga yang akan dijadikan rumah sakit oleh RS PTPN VIII, bahkan ada rencana jadi kawasan kuliner,” tambahnya.
Sejumlah pemerhati sejarah juga mendorong agar bangunan tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya karena memiliki nilai historis sebagai saksi perkembangan Kota Subang.
Namun hingga kini, belum ada kejelasan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait mengenai rencana penataan atau pemanfaatan kembali bangunan tersebut.(znl/ded)
