BAZNAS Subang Gandeng DKUPP Perkuat Pemberdayaan UMKM, Siap Dongkrak Ekonomi Masyarakat

SUBANG – BAZNAS Subang gandeng DKUPP Kabupaten Subang sebagai langkah memperluas kolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama tersebut dibahas dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas DKUPP Kabupaten Subang, Kamis lalu (2/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun kerja sama dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya bagi program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rombongan BAZNAS Kabupaten Subang dipimpin langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, Wakil Ketua IV, Kepala Bagian II, Kepala Bagian III, serta jajaran staf BAZNAS. Kedatangan mereka disambut Kepala DKUPP Kabupaten Subang bersama jajaran, termasuk Kepala Bidang Pasar dan Kepala Bidang UMKM.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga agar pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong lahirnya program-program produktif yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sektor UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha kecil melalui dana zakat produktif perlu terus diperkuat dengan melibatkan perangkat daerah yang memiliki kewenangan dalam pembinaan usaha.
"Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyamakan visi dalam membangun program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi modal bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi," ujar Sukandar.
Dalam diskusi tersebut, BAZNAS dan DKUPP membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pendampingan pelaku UMKM, peningkatan kapasitas usaha, hingga kemungkinan penyaluran bantuan modal usaha berbasis zakat produktif kepada masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.
Sukandar menjelaskan bahwa konsep zakat produktif merupakan salah satu program yang terus dikembangkan BAZNAS agar dana yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan manfaat jangka panjang. Dengan pola tersebut, mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan mengembangkan usaha sehingga diharapkan mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Ia menilai sinergi dengan DKUPP menjadi langkah penting karena dinas tersebut memiliki pengalaman dan jaringan dalam melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Subang.
"Kami optimistis jika kolaborasi ini berjalan dengan baik, maka akan lahir program-program yang benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usahanya," katanya.
Selain membahas program pemberdayaan ekonomi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan antara BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Subang sebagai bagian dari upaya bersama Subang Ngabret.
BAZNAS Kabupaten Subang juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran DKUPP atas sambutan hangat dan keterbukaan dalam membangun kerja sama lintas sektor.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada DKUPP Kabupaten Subang atas sambutan dan komitmennya untuk bersama-sama membangun sinergi. Semoga silaturahmi ini menjadi langkah awal yang baik dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkap Sukandar.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS berharap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat dapat semakin optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mengurangi angka kemiskinan, serta melahirkan pelaku UMKM yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.(hdi/ysp)
