BAZNAS Subang Tancap Gas, Canangkan Lima Program Unggulan untuk Lima Tahun ke Depan

SUBANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang menetapkan lima program unggulan yang akan menjadi fokus utama kerja lembaga dalam lima tahun ke depan. Kelima program tersebut disusun berdasarkan visi-misi BAZNAS Subang, yakni “menjadikan BAZNAS yang tangguh, profesional, terpercaya, dan modern.”
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag, menyampaikan, kelima program unggulan ini merupakan turunan langsung dari visi tersebut, sekaligus menjadi panduan strategis dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.
“Kita mempunyai lima program unggulan yang berangkat dari visi-misi menjadikan BAZNAS yang tangguh, profesional, terpercaya, dan modern. Dari visi itu kemudian dirumuskan menjadi lima program unggulan,” ujar Sukandar saat Podcast di Pasundan Ekspres pada Rabu (28/1/2026).
Adapun lima program unggulan tersebut adalah Subang Cageur, Subang Bageur, Subang Bener, Subang Singer, dan Subang Pinter. Kelima program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta penguatan karakter masyarakat Subang.
Sukandar menjelaskan, Subang Cageur difokuskan pada aspek kesehatan masyarakat, khususnya membantu masyarakat kurang mampu agar mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui dukungan pembiayaan pengobatan, bantuan kesehatan, hingga program promotif dan preventif.
Program kedua, Subang Bageur, diarahkan pada penguatan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Melalui program ini, BAZNAS Subang ingin menumbuhkan semangat kepedulian, solidaritas, serta membantu masyarakat yang berada dalam kondisi darurat atau membutuhkan bantuan sosial.
Sementara itu, Subang Bener menitikberatkan pada aspek pembinaan moral, keagamaan, dan tata kelola yang baik. Program ini juga menjadi fondasi dalam memastikan pengelolaan zakat dilakukan sesuai prinsip syariah, transparan, dan akuntabel.
Untuk program keempat, Subang Singer, BAZNAS Subang memfokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mendorong masyarakat agar lebih mandiri melalui bantuan modal usaha, pendampingan UMKM, serta pengembangan ekonomi produktif berbasis zakat.
Adapun program kelima, Subang Pinter, diarahkan pada sektor pendidikan. Program ini bertujuan membantu pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, serta dukungan sarana belajar.
“Lima program unggulan ini akan kami jalankan dalam lima tahun ke depan. Semuanya disusun dengan pendekatan yang terstruktur dan terencana,” jelas Sukandar.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Subang mengadopsi metodologi strategi yang meneladani praktik yang dilakukan Rasulullah SAW. Salah satunya adalah dengan menerapkan quality planning atau perencanaan yang berkualitas.
“Segala sesuatu untuk mencapai target yang kita inginkan harus direncanakan dengan baik. Perencanaan yang matang menjadi kunci keberhasilan program,” katanya.
Selain perencanaan yang baik, faktor sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Sukandar menegaskan bahwa program yang berkualitas harus dirancang dan dijalankan oleh SDM yang bermutu.
“Perencanaan dibuat oleh SDM yang bermutu, dan program-program yang dicanangkan dijalankan oleh SDM yang berkualitas. Tanpa itu semua, apa yang kita rencanakan akan sulit tercapai,” tegasnya.
Komponen penting lainnya adalah evaluasi. Menurut Sukandar, setiap program yang berjalan harus terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas, efisiensi, serta kesesuaiannya dengan tujuan awal.
“Evaluasi menjadi bagian penting agar kita tahu sejauh mana program berjalan, apa kendalanya, dan bagaimana perbaikannya ke depan,” tambahnya.
Sukandar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik muzakki, mustahik, pemerintah daerah, maupun pihak swasta, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan program-program unggulan BAZNAS Subang demi terwujudnya masyarakat Subang yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya. (hdi/ysp)
