Bupati Reynaldy dan Wabup Agus Masykur Fokus Benahi Layanan, Kuatkan Ekonomi dan Jaga Lingkungan Kabupaten Subang

SUBANG - Dalam rentang waktu akhir April hingga awal Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Subang di bawah kepemimpinan Bupati Reynaldy Putra Andita dan Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi menunjukkan intensitas kerja yang tinggi dalam berbagai sektor strategis. Beragam agenda dilaksanakan secara paralel, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga pembangunan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.
Kuatkan Ekonomi dan Jaga Lingkungan Kabupaten Subang
Langkah-langkah tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Sinergi lintas sektor serta kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat demi mempercepat pembangunan yang merata di Kabupaten Subang.
Peringatan Hari Otonomi Daerah, Wabup Tekankan Sinkronisasi
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur) memimpin upacara Hari Otonomi Daerah dan menegaskan pentingnya momentum tersebut sebagai penguat komitmen pelayanan publik pada Senin (27/4/2026). Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa hubungan antara pemerintah pusat dan daerah harus berjalan selaras agar pembangunan dapat efektif dan tepat sasaran. “Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Lebih lanjut, Kang Akur menjelaskan bahwa otonomi daerah harus dimanfaatkan sebagai ruang inovasi tanpa meninggalkan kepentingan nasional. Ia menyoroti pentingnya reformasi birokrasi berbasis digital, penguatan fiskal daerah, serta fokus pada pelayanan dasar. “Menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dalam menghadapi tantangan global seperti pangan, ekonomi, dan perubahan iklim,” ujarnya.
Menutup sambutannya, ia mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dalam setiap kegiatan pemerintahan. “Pastikan setiap penggunaan anggaran memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan hindari pemborosan yang tidak berdampak langsung,” pungkasnya.
Bupati Tekankan Percepatan Kinerja OPD
Masih pada 27 April 2026, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita (Kang Rey) memimpin briefing bersama jajaran perangkat daerah dengan fokus pada evaluasi kinerja dan percepatan program. Ia menegaskan bahwa seluruh OPD harus bergerak cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Saya ingin setiap perangkat daerah benar-benar menghadirkan solusi konkret, bukan sekadar rutinitas administratif,” ujarnya.
Dalam arahannya, Kang Rey juga menyoroti pentingnya penataan kota yang berkelanjutan serta kesiapan agenda strategis seperti pemberangkatan haji dan Pilkades. Ia bahkan mengevaluasi perayaan Hari Jadi Subang agar ke depan lebih merata. “Perayaan harus tersebar di setiap wilayah agar bisa dirasakan seluruh masyarakat, dengan tetap mengedepankan efisiensi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pengembangan potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita harus mampu melihat potensi wilayah, baik pertanian, nelayan, maupun perkebunan sebagai kekuatan ekonomi daerah,” tambahnya.
Target 2027: OPD Wajib Punya Program Unggulan
Kemudian, pada 27 April 2026, Kang Rey menegaskan target besar menjelang Tahun Anggaran 2027 dengan mewajibkan setiap OPD memiliki program unggulan. Ia ingin perubahan nyata dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat. “Saya ingin di tahun 2027 sudah terlihat perubahan nyata di Kabupaten Subang melalui program masing-masing perangkat daerah,” tegasnya.
Ia juga memberi perhatian khusus pada pengelolaan lingkungan, terutama persoalan sampah yang harus ditangani secara terintegrasi. “Saya minta segera dibuat kajian pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan terstruktur,” ujarnya kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Selain itu, Kang Rey meminta para camat untuk aktif mendata masyarakat rentan agar bantuan bisa segera diberikan. “Saya tidak ingin ada masyarakat yang luput dari perhatian, jika perlu dibantu segera bantu tanpa menunggu program formal,” tandasnya.
Revitalisasi Subang Plaza Jadi Motor Ekonomi
Pada 27 April 2026, Bupati Subang meninjau Subang Plaza dan menyampaikan rencana revitalisasi sebagai pusat ekonomi baru. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan konsep modern namun tetap mempertahankan identitas lokal. “Kita mau tata seperti kawasan ikonik, dengan tenant restoran dan ruang ekonomi yang hidup,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya konektivitas antar potensi ekonomi serta perbaikan infrastruktur penunjang seperti pedestrian dan pencahayaan. “Kita ingin kawasan ini nyaman, tertata, dan menjadi daya tarik masyarakat,” ujarnya.
Kang Rey optimistis revitalisasi ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak ekonomi signifikan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat masyarakat sudah bisa menikmati perubahan kawasan ini,” pungkasnya.
Penguatan Layanan Kesehatan dan Pemerataan Dokter
Pada 28 April 2026, Kang Rey memimpin rakor kesehatan dan menyoroti tingginya beban layanan di RSUD Subang, khususnya antrean IGD. Ia menegaskan bahwa solusi utama adalah memperkuat layanan di tingkat puskesmas. “Kalau di awal pelayanan sudah maksimal, beban rumah sakit pasti berkurang,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerataan tenaga medis serta peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah selatan. “Wilayah selatan juga sama pentingnya, kita harus hadirkan layanan kesehatan yang merata,” tegasnya.
Kang Rey menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam urusan kesehatan. “Ini bukan hanya tugas Dinkes atau RSUD, tapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Penataan Pujasera Prioritaskan Pedagang
Masih pada 28 April 2026, Kang Rey menerima audiensi pedagang Pujasera dan memastikan mereka menjadi prioritas dalam rencana pengembangan kawasan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan pelaku usaha lokal. “Pedagang lama tetap menjadi prioritas, tidak boleh ada yang dirugikan,” ujarnya.
Rencana penataan mencakup pembangunan pusat perdagangan modern yang terintegrasi, namun tetap mempertahankan nilai historis kawasan. “Pujasera ini punya nilai kenangan bagi masyarakat Subang,” ungkapnya.
Ia memastikan seluruh proses akan dikaji matang agar memberikan manfaat optimal. “Kita ingin ekonomi tumbuh tanpa menghilangkan identitas lokal,” tegasnya.
Komitmen Jaga Lahan Pertanian
Pada 29 April 2026, Kang Rey menghadiri rakor terkait perlindungan lahan pertanian dan menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan LP2B. Ia menegaskan pentingnya menjaga Subang sebagai lumbung padi nasional. “Di tengah industrialisasi, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai daerah pertanian,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa lahan pertanian yang sudah ditetapkan harus dilindungi dari alih fungsi. “Ini bagian dari menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan sektor pertanian.
Wabup Dorong Program KB untuk Kualitas Keluarga
Pada 29 April 2026, Kang Akur menghadiri program KB MOW dan menegaskan pentingnya program tersebut dalam meningkatkan kualitas keluarga. Ia menyebut program ini sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga sehat dan sejahtera. “Ini bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh proses berjalan aman serta memberikan kenyamanan bagi peserta. “Kami pastikan dari awal sampai pasca tindakan berjalan dengan baik,” katanya.
Kang Akur juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program KB. “Insya Allah aman dan sudah terbukti dilaksanakan bertahun-tahun,” pungkasnya.
Inovasi Pertanian Dorong Produktivitas
Pada 30 April 2026, Kang Akur menghadiri panen benih padi unggul hasil kolaborasi dengan BRIN sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian. Ia mengapresiasi inovasi tersebut yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas petani. “Ini akan menjadi pendorong Subang sebagai lumbung padi nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pertanian modern. “Ke depan kita tidak hanya bicara benih, tapi juga teknologi yang mendukung petani,” katanya.
Kang Akur berharap hasil inovasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Mudah-mudahan petani makin sejahtera dengan hasil panen yang lebih baik,” tutupnya.
Penataan Pondok Bali Berbasis Ekologi
Pada 2 Mei 2026, Kang Rey meninjau kawasan Pantai Pondok Bali dan menegaskan pentingnya menjaga ekosistem mangrove. Ia menilai kerusakan mangrove dapat berdampak serius terhadap lingkungan pesisir. “Jangan sampai ada aktivitas yang merusak ekosistem yang ada,” tegasnya.
Ia juga merancang penataan kawasan wisata berbasis budaya lokal untuk mendukung UMKM. “Kita ingin kawasan ini tertata dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kang Rey menegaskan keseimbangan antara ekonomi dan lingkungan harus dijaga. “Kita harus balance antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian alam,” pungkasnya.
Sidak Miras Ilegal, Bupati Bertindak Tegas
Pada 2 Mei 2026, Kang Rey melakukan sidak terhadap penjualan miras ilegal sebagai respons atas aduan masyarakat. Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran aturan. “Tidak ada tebang pilih, semua tempat kita datangi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha untuk mematuhi aturan perizinan. “Kalau masih melanggar, akan kita sita dan tutup,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Ini demi kenyamanan masyarakat Kabupaten Subang,” pungkasnya.(red)
