Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Cegah Bullying, Polres Subang Edukasi Siswa SD, Kenalkan Konsekuensi Hukum

C
|20:00 WIB
Bagikan:
Cegah Bullying, Polres Subang Edukasi Siswa SD, Kenalkan Konsekuensi Hukum
Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, AIPTU Nenden Nurpatimah saat sosialisasi anti bulying kepada pelajar sekolah dasar.(Cindy Desita Putri/Pasundan Ekspres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa Sekolah Dasar Miftahul Ulim di Sams Studio, Rabu (22/7/2026).

Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, AIPTU Nenden Nurpatimah menjelaskan, bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang terhadap korban yang dianggap lebih lemah. Tindakan tersebut umumnya dilakukan berulang kali dengan tujuan menyakiti, mengintimidasi, mendominasi, atau menakut-nakuti korban. 

"Bully bukan sekadar bercanda. Perilaku ini dapat meninggalkan dampak psikologis yang serius bagi korban dan bahkan memiliki konsekuensi hukum bagi pelakunya," jelasnya kepada Pasundan Ekspres.

Ia menyampaikan, perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik seperti memukul, menendang, mendorong, atau merampas barang milik orang lain. 

"Bullying juga dapat dilakukan secara verbal melalui hinaan, ejekan, pemberian julukan yang menyakitkan, ancaman, hingga penyebaran berita bohong," terang Nenden.

Selain itu, kata Nenden, terdapat pula bullying sosial atau relasional, seperti mengucilkan teman, melarang teman lain bermain bersama korban, hingga sengaja tidak mengajak korban dalam kegiatan kelompok.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa juga dikenalkan dengan ciri-ciri anak yang menjadi korban bullying, di antaranya kesulitan bergaul, takut datang ke sekolah hingga sering membolos, prestasi belajar menurun, serta sulit berkonsentrasi saat mengikuti pembelajaran.

Menurut Nenden, bullying memiliki karakteristik adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban, dilakukan dengan unsur intimidasi, serta terjadi secara berulang. 

"Korban biasanya berada pada posisi yang sulit melawan karena pelaku merasa lebih kuat atau lebih berkuasa. Inilah yang harus dipahami oleh anak-anak agar mereka tidak menjadi pelaku maupun membiarkan temannya menjadi korban," katanya.

Ia menegaskan, dampak bullying tidak hanya menimbulkan trauma dan gangguan psikologis, tetapi juga dapat memicu dendam, melahirkan budaya kekerasan, bahkan dalam kondisi tertentu membahayakan keselamatan korban.

Polres Subang Mengajak Para Siswa Memperkuat Nilai Agama

Sebagai langkah pencegahan, Unit PPA Satreskrim Polres Subang mengajak para siswa memperkuat nilai agama, membangun komunikasi yang baik, meningkatkan kecerdasan emosional, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta mendukung penerapan kebijakan anti-bullying di lingkungan sekolah.

Nenden juga mengingatkan para siswa agar tidak takut melapor apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan perundungan. 

"Jangan membawa barang berharga secara berlebihan, jangan menyendiri, jangan terpancing mencari masalah, tetap percaya diri, dan yang paling penting berani melapor kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami perundungan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, peserta turut diberikan pemahaman mengenai aspek hukum. AIPTU Nenden menjelaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak dapat dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak maupun Pasal 466 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman pidana yang disesuaikan dengan tingkat akibat yang ditimbulkan.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Polres Subang berharap para pelajar mampu menciptakan budaya sekolah yang aman, saling menghargai, serta berani menghentikan segala bentuk perundungan. 

"Kalau kalian pernah melakukan ejekan, permusuhan, atau pemukulan, hentikan mulai sekarang. Jangan menjadi pelaku bullying, dan jika menjadi korban jangan diam. Segera laporkan kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat membantu," tutup AIPTU Nenden.(cdp/sep)

Berita Terbaru

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Diskon Tiket Libur Nataru 2026/2027 Segera Berlaku, Cek Jadwal dan Ketentuannya

Nasional41 menit lalu
5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle59 menit lalu
Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Nasional1 jam lalu
BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

Opini1 jam lalu
Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Nasional2 jam lalu
Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Olahraga2 jam lalu
Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Nasional2 jam lalu
Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Jawa Barat2 jam lalu
Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Nasional2 jam lalu