Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Desa Mayangan Subang Terancam Hilang dari Peta

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|13:40 WIB
Bagikan:
Desa Mayangan Subang Terancam Hilang dari Peta
Warga Desa Mayangan, Subang, beraktivitas di tambak yang terendam banjir rob. Sejak 2006, kenaikan air laut dan abrasi terus menggerus daratan pesisir utara Jawa Barat. (Sumber: YouTube Indonesiaku)

PASUNDANEKSPRES.ID - Desa Mayangan di pesisir utara Kabupaten Subang, Jawa Barat, kian terancam lenyap dari peta.

Desa yang dihuni lebih dari 900 jiwa ini terus mengalami banjir rob yang tak kunjung surut sejak pertama kali terjadi pada 2006. Selama hampir 19 tahun, air laut semakin sering naik ke daratan.

Dampaknya, sekitar 60 persen wilayah desa yang berada di Teluk Ciasem kini terendam air laut, termasuk seluruh area persawahan yang dulu menjadi sumber utama penghidupan warga.

Saat ini, laut dan tambak menjadi satu-satunya tumpuan hidup masyarakat.

Dalam Dokumenter Liputan Indonesiaku, Reporter Indonesiaku bersama para perempuan desa ikut turun ke tambak untuk memanen ikan bandeng. Aktivitas tersebut menunjukkan beratnya perjuangan warga pesisir dalam bertahan hidup.

Salah satu warga, Wak Satinah, seorang nenek paruh baya, masih harus bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk bergerak di dalam tambak yang berlumpur, dibutuhkan tenaga lebih dari 10 orang.

“Dasar tambak yang berlumpur sangat lembek, membuat setiap langkah harus dilakukan perlahan dan penuh kehati-hatian,” ujar Reporter Indonesiaku, Selasa (8/7/2025).

Bagi Wak Satinah, kondisi ini sudah menjadi keseharian. Namun bagi reporter yang baru pertama kali mencobanya, setiap langkah terasa berat dan rawan terperosok.

Setelah jaring ditelusuri ke seluruh penjuru tambak, hasil tangkapan diperiksa. Namun hari itu bukan hari yang beruntung. Ikan yang terjaring hanya sedikit. Para ibu kemudian mengolah hasil tangkapan dengan cara diasinkan agar lebih awet.

Erma, pemilik tambak yang telah menekuni usaha ini selama 10 tahun terakhir, mengaku semakin khawatir dengan kondisi tersebut. Banjir rob kerap membuatnya merugi, meski solidaritas antarwarga masih terjaga.

“Biasanya tetangga ikut membantu saat panen. Kalau hasilnya banyak, kami saling berbagi,” kata Erma.

Namun belakangan ini, rob besar yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut membuat warga terus waspada. Jaring dipasang mengelilingi tambak agar ikan tidak kabur saat air laut meluap.

Erma berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, salah satunya dengan meninggikan tanggul penahan air di wilayah yang masih rawan.

“Air sering meluap dari sungai ke jalan, lalu merembes ke rumah-rumah dan tambak warga,” ujarnya.

Ketakutan kini menyelimuti warga Desa Mayangan. Jumlah penduduk terus berkurang, sementara mereka yang bertahan tidak tahu harus ke mana jika suatu hari terpaksa meninggalkan kampung halaman.

Lebih dari 300 kepala keluarga menggantungkan hidup dari laut yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pesisir.

Banjir rob yang memuncak pada 2010 membuat air laut tak pernah benar-benar surut. Mangrove mati, permukiman tenggelam, dan kawasan ini perlahan berubah menjadi lautan.

Wacana relokasi sempat muncul, namun ditolak warga karena ikatan kuat dengan tanah kelahiran. Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda solusi.

Rencana pembangunan tanggul laut raksasa dari Banten hingga Gresik dinilai perlu benar-benar berpihak pada keselamatan manusia, bukan sekadar proyek besar semata.

Sumber: Liputan Indonesiaku – YouTube

https://youtu.be/hiENUI59DZc?si=R-fNqub0OhIYv2uL

Berita Terbaru

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Pengambilan Nomor Urut Pilkades Patimban Ricuh, Pendukung Cakades Terlibat Lempar Batu

Headline45 menit lalu
Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Tips Meningkatkan Semangat di Pagi Hari, Bikin Aktivitas Makin Produktif

Lifestyle1 jam lalu
Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Perkembangan Kasus Nusron Wahid: KPK Minta Menteri ATR/BPN Kooperatif Hadiri Pemeriksaan Saksi

Nasional1 jam lalu
Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Merasa Terganggu? Ini Cara Blokir Akun Instagram dengan Mudah

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Prediksi Susunan Pemain Persib vs Port FC: Sandy Walsh Berpeluang Debut

Olahraga2 jam lalu
Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Bukan Cuma Balapan, Ini Dia Jadwal Musisi dan Konser di MotoGP Mandalika 2026

Lifestyle2 jam lalu
Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Truk Mundur di Tanjakan Jalan Subang–Cijambe, Minibus Mitsubishi Tertabrak

Subang3 jam lalu
Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Peringati World Rabies Day 2026, Disnakeswan Subang Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Subang4 jam lalu
Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Gibran Respons Putusan MK soal Polemik Ijazah, Tegaskan Tetap Fokus Bekerja

Nasional4 jam lalu
Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nusron Wahid Penuhi Panggilan KPK hari ini pada rabu 7 Oktober 2026

Nasional5 jam lalu