DLH Subang Hadapi Berbagai Kendala Operasional, Armada Pengangkut Sampah Kurang Optimal

PASUNDANEKSPRES.ID - Kondisi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang pada tahun 2026 dinilai masih jauh dari ideal.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3), Irwan Wibawa, yang menyebutkan jumlah armada yang beroperasi saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan pelayanan di seluruh wilayah.
Menurut Irwan, rata-rata hanya sekitar 20 unit armada yang dapat beroperasi secara aktif dalam melayani pengangkutan sampah.
Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah Subang yang memiliki volume sampah cukup tinggi setiap harinya.
Ia menjelaskan, keterbatasan jumlah armada menjadi salah satu faktor utama belum optimalnya layanan pengangkutan sampah.
"Dengan wilayah yang luas dan produksi sampah yang terus meningkat, kebutuhan armada seharusnya lebih banyak dari yang tersedia saat ini," ungkap Irwan.
Selain keterbatasan jumlah, tingkat kelayakan armada juga menjadi perhatian serius. Irwan mengungkapkan bahwa kondisi kendaraan pengangkut sampah saat ini tergolong kurang layak, terutama ketika harus melalui akses jalan tertentu.
Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah akses jalan dari PT Suai menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"Kondisi jalan yang menantang membuat armada sering mengalami kendala teknis, sehingga berdampak pada kelancaran operasional pengangkutan sampah," jelasnya.
Rencana Penambahan Armada Pengangkut Sampah
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penambahan armada dalam waktu dekat, Irwan menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana penambahan unit baru.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi DLH dalam meningkatkan kualitas layanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kendala dalam pengelolaan sampah tidak hanya terbatas pada armada, tetapi juga mencakup sarana dan prasarana pendukung yang masih minim.
Fasilitas pengolahan sampah yang belum memadai turut memperlambat proses penanganan sampah secara keseluruhan.
Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi faktor penghambat. Jumlah petugas yang ada dinilai belum sebanding dengan beban kerja di lapangan, sehingga berdampak pada efektivitas pengelolaan sampah.
Irwan juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah.
"Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik masih perlu ditingkatkan agar permasalahan ini dapat ditangani secara bersama-sama," katanya.
Dengan berbagai kendala yang ada, DLH Kabupaten Subang diharapkan dapat menemukan solusi strategis untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah, baik melalui peningkatan sarana, penambahan SDM, maupun edukasi kepada masyarakat.(znl)
