Duel Arit dan Linggis Warnai Kasus Pencurian Padi di Subang, Satu Orang Tewas

PASUNDANEKSPRES.ID - Pencurian padi di Subang yang terjadi di sebuah penggilingan padi di Desa Parapatan, Kecamatan Purwadadi, berakhir dengan adanya korban jiwa.
Seorang terduga pelaku berinisial RH (49) meninggal dunia setelah terlibat perkelahian dengan pemilik penggilingan yang memergoki aksi tersebu pada Selasa (16/6/2026) dini hari.
Aksi pencurian padi di Subang yang diduga dilakukan dua pria itu berubah menjadi duel berdarah setelah dipergoki pemilik penggilingan padi.
Insiden tersebut menyebabkan satu terduga pelaku meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.
Mengutip dari Tirto, peristiwa itu terjadi saat suasana kampung masih sepi. Sebagian besar warga masih terlelap ketika suara benturan keras tiba-tiba memecah keheningan malam.
Suara tersebut terdengar hingga ke rumah pemilik penggilingan padi yang berada tidak jauh dari lokasi usaha. Istri pemilik penggilingan padi, Tati, mengaku mendengar suara mencurigakan ketika hendak melaksanakan salat tahajud. Rasa penasaran membuatnya mencari sumber suara tersebut.
Saat diperiksa, tembok bagian belakang bangunan penggilingan padi diketahui sudah dalam kondisi jebol.
"Saya dengar suara benturan keras. Pas dicek ternyata tembok belakang sudah rusak dan ada orang masuk ke dalam penggilingan," ujarnya.
Temuan itu segera diberitahukan kepada suaminya. Bersama seorang adik, pemilik penggilingan kemudian masuk ke area bangunan untuk memastikan situasi. Namun, kondisi yang awalnya hanya dugaan pencurian berubah menjadi konfrontasi langsung antara pemilik usaha dan para terduga pelaku.
Pencurian Padi di Subang Berujung Perkelahian
Menurut keterangan kepolisian, pertemuan antara kedua pihak berujung pada duel yang berlangsung di sekitar area penggilingan padi. Situasi semakin memanas karena masing-masing pihak menggunakan alat yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Purwadadi AKP Geeta Sonjaya menjelaskan bahwa duel terjadi menggunakan arit dan linggis besi. Bentrok tersebut menyebabkan RH mengalami luka berat. Meski sempat berusaha melarikan diri bersama rekannya menuju area persawahan, kondisi RH terus memburuk akibat luka yang dideritanya.
Setelah perkelahian terjadi, kedua terduga pelaku diketahui meninggalkan lokasi dan berusaha menyelamatkan diri ke area sawah yang berada tidak jauh dari penggilingan. Upaya pelarian itu tidak berlangsung lama.
Petugas dan warga kemudian menemukan salah satu terduga pelaku dalam kondisi kritis. RH akhirnya dinyatakan meninggal dunia diduga akibat kehilangan banyak darah.
Sementara itu, rekannya yang berinisial L mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD Subang untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus pencurian padi di Subang yang berakhir dengan kematian salah satu terduga pelaku kini menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan guna mengungkap secara utuh kronologi pencurian padi di Subang tersebut.
AKP Geeta Sonjaya mengatakan bahwa pemilik penggilingan padi juga tengah dimintai keterangan oleh penyidik. Seluruh barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut telah diamankan untuk kebutuhan penyelidikan.
"Dalam duel antara pelaku pencuri dengan pemilik penggilingan padi tersebut pelaku mengalami luka berat sebelum akhirnya meninggal dunia, sementara satu pelaku lainnya mengalami luka-luka. Keduanya kami dilarikan ke RSUD Subang untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.
Penanganan perkara saat ini telah diambil alih oleh Satreskrim Polres Subang dan penyidik masih mendalami seluruh aspek kejadian.
(pm)
