Eks Hotel Plaza Subang: Jejak Kolonial Inggris hingga Mangkrak, Kini Direncanakan Jadi Rumah Sakit

SUBANG - Bangunan eks Hotel Plaza Subang yang berdiri di jantung Kota Subang kini tampak memprihatinkan. Dinding kusam, area terbengkalai, serta minim perawatan membuat kesan megah yang dulu melekat pada bangunan peninggalan kolonial itu perlahan memudar.
Padahal, bangunan bersejarah ini menyimpan kisah panjang sejak era kolonial hingga rencana pengembangan fasilitas kesehatan yang hingga kini belum terwujud
Bekas Kantor Perkebunan Milik Inggris
Sebelum difungsikan sebagai hotel, bangunan tersebut diketahui merupakan kantor swasta asing milik Inggris bernama Pamanoekan en Tjiasemlenders in Soebang atau P&T Lands. Perusahaan perkebunan itu dimiliki oleh Hoffland bersaudara, tokoh penting dalam bisnis komoditas perkebunan di wilayah Subang dan sekitarnya.
Keberadaan P&T Lands menjadi bukti bahwa Subang pada masa lalu merupakan pusat perkebunan strategis dengan komoditas unggulan seperti teh, cokelat, tebu, dan karet yang dikelola serta dieksploitasi oleh pengusaha asing.
Sempat Beroperasi sebagai Hotel
Setelah masa kolonial berakhir dan bangunan ditinggalkan, gedung tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi hotel dengan nama Hotel Plaza Subang. Hotel ini mulai beroperasi sekitar tahun 2000 hingga 2005 atau kurang lebih selama lima tahun.
Pada masanya, Hotel Plaza Subang dikenal sebagai salah satu hotel megah di kota tersebut. Berbagai fasilitas disediakan, mulai dari kolam renang hingga area bermain anak, menjadikannya cukup diminati masyarakat dan pendatang.
Beralih Kepemilikan ke PT Agro Medikal Nusantara
Seiring waktu, hotel tersebut berhenti beroperasi dan akhirnya dijual. Saat ini, eks Hotel Plaza Subang dimiliki oleh PT Agro Medikal Nusantara (AMN).
Sekretaris Perusahaan PT AMN, Taukhid, menyampaikan bahwa bangunan tersebut dibeli pada tahun 2012 dalam kondisi sudah terbengkalai.
“Eks Hotel Plaza Subang saat ini memang dimiliki oleh PT AMN. Hotel tersebut dibeli oleh kami pada tahun 2012 dengan kondisi yang sudah tidak beroperasi,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (21/10).
Direncanakan Jadi Rumah Sakit, Terkendala Biaya
PT AMN membeli bangunan tersebut dengan rencana pengembangan rumah sakit. Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi.
“Eks Hotel Plaza Subang ini sengaja dibeli untuk pengembangan rumah sakit. Namun, seiring berjalannya waktu, pembangunan rumah sakit terkendala biaya,” jelas Taukhid.
Ia mengungkapkan bahwa desain rumah sakit sebenarnya sudah disiapkan. Namun, hingga saat ini belum ada investor yang benar-benar siap mendanai proyek tersebut. Menariknya, beberapa calon investor justru menginginkan agar bangunan itu kembali difungsikan sebagai hotel, bukan rumah sakit.
Materi artikel ini disusun berdasarkan laporan Pasundan Ekspres berjudul “Eks Hotel Plaza yang Belum Kunjung Dibangun Rumah Sakit Minta Dibangun Lagi oleh Investor.”
