Fakta Unik Sagalaherang Subang dari Jejak Sejarah hingga Wisata Kekinian

PASUNDANEKSPRES.ID - Ada banyak alasan mengapa Sagalaherang selalu menarik untuk dikunjungi. Di balik popularitasnya sebagai destinasi wisata, tersimpan beragam fakta unik Sagalaherang Subang yang belum banyak diketahui.
Bukan hanya tentang menyuguhkan panorama pegunangan yang sejuk atau kuliner yang menggugah selera, kawasan ini juga memiliki sejarah panjang dan pesona lain yang layak dijelajahi.
Tak heran jika kawasan yang berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu ini terus berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Subang.
5 Fakta Unik Sagalaherang Subang
Berikut sederet fakta unik Sagalaherang Subang yang mungkin baru diketahui.
1. Menyimpan Jejak Peradaban Sunda Kuno
Tak banyak yang tahu, kawasan ini memiliki Situs Talun yang berada di Desa Telagasari, Kecamatan Sagalaherang.
Mengutip Balai Arkeologi Bandung, situs tersebut pertama kali dilaporkan sekitar November 1993 saat tim penelitian yang dipimpin Dadan Mulyana melakukan survei di wilayah Subang.
Saat melakukan peninjauan, ditemukan struktur bata kuno yang berada di atas sebuah bukit kecil. Kala itu kondisi lokasi masih berupa lahan terbuka yang ditumbuhi rumput dan dimanfaatkan warga sebagai tempat menggembalakan ternak.
Di sekelilingnya terdapat cekungan serta kolam ikan yang semakin menambah keunikan bentang alam kawasan tersebut.
Temuan struktur bata itu menjadi petunjuk bahwa wilayah Sagalaherang telah dihuni sejak masa lampau. Penelitian lanjutan pun terus dilakukan untuk mengungkap sejarah yang tersimpan di balik situs tersebut.
2. Memiliki Masjid Tertua di Kabupaten Subang
Berikutnya berkaitan erat dengan perjalanan penyebaran Islam di wilayah ini.
Sagalaherang dipercaya menjadi salah satu pusat penyebaran Islam paling awal di Kabupaten Subang. Bukti sejarahnya dapat ditemukan pada Situs Nangka Beurit yang merupakan makam Wangsa Gofarana, tokoh penyebar Islam yang diperkirakan hidup sejak abad ke-15.
Tak jauh dari sana berdiri Masjid Besar Al-Ikhlash yang dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Kabupaten Subang.
Berdasarkan penuturan masyarakat setempat, masjid pertama di kawasan tersebut dibangun sekitar tahun 1870 oleh Demang Ayub.
Hingga kini bangunannya masih menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus menyimpan nilai sejarah yang kuat. Makam Demang Ayub pun berada di sekitar area masjid.
3. Pernah Menjadi Pusat Pemerintahan
Siapa sangka, Sagalaherang Subang juga berkaitan dengan sejarah pemerintahan pada masa kolonial Belanda.
Wilayah ini pernah menjadi pusat pemerintahan setingkat kabupaten. Tata ruangnya pun mengikuti pola khas pemerintahan kolonial, yakni alun-alun berada di tengah kawasan, berhadapan langsung dengan masjid dan berdekatan dengan kantor pemerintahan.
Dalam catatan sejarah, pengelola perkebunan P&T Land bernama PW Hofland kemudian memindahkan pusat pengelolaan perkebunan dari Tengger Agung, Sagalaherang menuju wilayah Kota Subang sekitar tahun 1860-an.
Perpindahan tersebut menjadi salah satu awal berkembangnya pusat Kota Subang yang dikenal hingga sekarang.
4. Surganya Wisata Alam yang Selalu Ramai Dikunjungi
Selain kaya sejarah, Sagalaherang Subang juga terlihat dari banyaknya destinasi wisata yang bisa dijelajahi dalam satu kawasan.
Salah satu yang paling populer ialah Taman Wisata Tirta Alam. Tempat ini menawarkan berbagai fasilitas mulai dari waterboom anak dan dewasa, kolam renang berukuran olimpik, kolam terapi ikan, area pemancingan, vila, musala, kantin, hingga area parkir yang luas.
Bagi pencinta aktivitas luar ruangan, Capolaga Adventure Park menjadi pilihan menarik. Kawasan wisata alam ini menawarkan pengalaman berkemah, trekking, outbound, hingga menikmati air terjun yang masih alami.
Pilihan lain yang tak kalah terkenal adalah Wisata Air Panas Curug Agung dan Pemandian Air Panas Batu Kapur Sagalaherang yang sudah lama menjadi tujuan favorit wisatawan untuk berendam sambil menikmati udara pegunungan.
Sagalaherang juga dikenal memiliki banyak air terjun cantik yang tersebar di berbagai desa. Beberapa di antaranya ialah Curug Goa Badak, Curug Cina, Curug Sadim, Curug Mandala, Curug Karembong, Curug Sawer, hingga Curug Cibingbin. Masing-masing menawarkan karakter alam yang berbeda sehingga selalu menarik untuk dijelajahi.
5. Punya Banyak Tempat Nongkrong Viral
Belakangan ini, Sagalaherang juga semakin dikenal sebagai destinasi nongkrong favorit. Suasana sejuk berpadu panorama hijau membuat banyak kafe memilih kawasan ini sebagai lokasi usahanya.
Sejumlah nama seperti Dukopi, Jurudemung, Warung Pinus, Wadah Cai, serta 9 Pakis Cafe & Resto menjadi tempat berkumpul yang cukup populer, terutama saat akhir pekan.
Ada pula More Curug Goong yang berhasil menarik perhatian karena menghadirkan konsep kafe unik berpadu panorama air terjun buatan. Suasananya terasa berbeda sehingga sering dijadikan lokasi bersantai sekaligus berfoto.
Itulah sederet fakta unik Sagalaherang Subang yang membuktikan bahwa kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata alam biasa.
(pm)
