Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ikon Subang Terancam Hilang? Bupati Tegaskan Penolakan Alih Fungsi Lahan Nanas Subang

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|11:20 WIB
Bagikan:
Ikon Subang Terancam Hilang? Bupati Tegaskan Penolakan Alih Fungsi Lahan Nanas Subang
Ikon Subang Terancam Hilang? Bupati Tegaskan Penolakan Alih Fungsi Kebun Nanas (foto bupati Subang Reynaldi Putra)

PASUNDAN-EKSPRES.ID – Polemik pemanfaatan sebagian lahan perkebunan nanas di kawasan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, untuk program pembibitan tebu terus menjadi perhatian masyarakat. Di tengah perdebatan yang berkembang, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan sikapnya yang tidak setuju apabila terjadi alih fungsi lahan nanas Subang secara permanen menjadi perkebunan tebu.

Tolak Alih Fungsi Lahan Nanas Subang

Sikap tegas tersebut disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran masyarakat terkait masa depan kebun nanas yang selama puluhan tahun telah menjadi identitas sekaligus ikon Kabupaten Subang.

Bagi banyak orang, nama Subang identik dengan hamparan perkebunan nanas yang tersebar di wilayah selatan, khususnya kawasan Jalan Cagak dan Ciater.

Dalam keterangannya, Reynaldy Putra Andita menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga kawasan perkebunan nanas dan teh agar tetap sesuai dengan karakteristik wilayah yang selama ini menjadi kekuatan sektor pertanian Kabupaten Subang.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak menginginkan terjadinya perubahan fungsi lahan yang berpotensi menghilangkan identitas daerah.

Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah dilakukan untuk memastikan arah kebijakan tata ruang tetap memperhatikan keberlangsungan komoditas unggulan daerah.

Isu alih fungsi lahan nanas Subang menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai pemanfaatan sebagian lahan untuk kegiatan pembibitan tebu yang dikaitkan dengan program swasembada pangan nasional.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatirannya di medsos bahwa langkah tersebut dapat menjadi awal berkurangnya luas perkebunan nanas yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Subang.

Di sisi lain, pihak pengelola lahan memberikan penjelasan bahwa kegiatan yang berlangsung saat ini bukanlah perubahan fungsi seluruh areal perkebunan nanas menjadi tebu.

Direktur Utama PT Berkah Monara Nusantara (BMN), Indra Irawan, menjelaskan bahwa program yang dijalankan merupakan penyediaan lahan pembibitan tebu untuk mendukung program strategis pemerintah pusat di sektor ketahanan pangan.

Indra menegaskan bahwa alih fungsi lahan nanas Subang yang digunakan hanya sebagian kecil dari total areal yang dikelola perusahaan.

Berdasarkan data yang disampaikan, PT BMN mengelola sekitar 448 hektare lahan yang terdiri dari 113 hektare tanaman teh dan 345 hektare tanaman nanas.

Dari total lahan nanas tersebut, hanya sebagian yang digunakan untuk mendukung program pembibitan tebu.

Karena itu, pihak perusahaan menilai tidak tepat apabila kegiatan tersebut disebut sebagai alih fungsi lahan nanas Subang secara keseluruhan.

Meski demikian, perdebatan mengenai alih fungsi lahan nanas Subang masih terus berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah kalangan menilai keberadaan perkebunan nanas memiliki nilai ekonomi, sejarah, dan pariwisata yang tidak dapat digantikan begitu saja oleh komoditas lain.

Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor ini juga mendukung industri pengolahan hasil pertanian, perdagangan, hingga sektor wisata berbasis agro.

Karena itu, kebijakan terkait pemanfaatan lahan harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Sementara itu, proses pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat yang sedang berlangsung dinilai akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pemanfaatan lahan di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Subang berharap setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian unggulan daerah.

Pernyataan tegas Bupati Subang pun mendapat perhatian luas dari masyarakat media sosial. Banyak warga berharap pemerintah dapat menjaga dari alih fungsi lahan nanas Subang sebagai aset daerah yang telah dikenal hingga tingkat nasional.

Berita Terbaru

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Keterwakilan Perempuan Duduk di DPRD Subang, Legislator Gerindra Dorong Pemberdayaan Tak Sekadar Formalitas

Subang11 menit lalu
Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Tempat Nonton Asian Games 2026 Resmi, Ada Siaran TV Gratis hingga Live Streaming

Olahraga41 menit lalu
Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jangan Asal Lamar! Ini Tips Mencari Lowongan Kerja Resmi di Subang Biar Tak Kena Penipuan

Jawa Barat1 jam lalu
Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Jelang Pilkades di Subang, Bupati Sampaikan Pesan Jaga Kemanan dan Koordinasi

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Jadwal Asian Games 2026 per Cabor, Cek Jadwal Hari Ini 17 September 2026

Olahraga1 jam lalu
Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal

Nasional1 jam lalu
RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

RDP Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Paparkan Rencana Pelaksanaan Anggaran Tahun 2027

Nasional1 jam lalu
Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Wisnu Ramdhan Sapuetra Siswa MAN 1 Subang Raih Juara 3 Taekwondo

Subang1 jam lalu
10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

10 Ribu Pohon Nanas Hangus, Kebun 200 Bata di Kasomalang Subang Terbakar

Subang1 jam lalu
Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Rumah Warga Cikaum Roboh, BAZNAS Kabupaten Subang Bergerak Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang2 jam lalu