Jalan Rusak, Emak-Emak Cegat Kendaraan Proyek Patimban Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Sejumlah emak-emak warga Dusun Labansari, Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, mencegat kendaraan proyek Pelabuhan Patimban sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang rusak parah, Selasa (27/1/2026).
Aksi tersebut dilakukan karena warga menilai kerusakan jalan sudah lama terjadi dan semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama akibat intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari.
Aksi protes warga ini terekam dalam sebuah video dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat para emak-emak berdiri di tengah badan jalan sambil menghadang kendaraan proyek yang melintas. Mereka juga menyampaikan keluhan secara langsung kepada sopir, meminta aktivitas kendaraan berat dihentikan sementara hingga ada perbaikan jalan.
Menurut keterangan salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, kondisi jalan di Dusun Labansari semakin memprihatinkan. Jalan berlubang, bergelombang, serta tergenang air saat hujan membuat aktivitas masyarakat terganggu dan rawan kecelakaan.
Salah seorang warga mengatakan, jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk berbagai keperluan, mulai dari mengantar anak ke sekolah, bekerja, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kalau hujan, lubang jalan tidak kelihatan. Sudah banyak yang jatuh, anak sekolah, ibu-ibu ke pasar, sampai yang berangkat kerja. Kami cuma ingin jalannya diperbaiki supaya aman,” ujarnya.
Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan debu tebal saat musim kemarau akibat lalu lintas kendaraan berat proyek. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia yang tinggal di sekitar jalan.
Warga menyebut aksi mencegat kendaraan proyek ini dilakukan secara spontan, lantaran aspirasi yang sebelumnya disampaikan belum mendapatkan respons nyata dari pihak terkait.
Meski melakukan aksi protes, warga menegaskan tidak menolak pembangunan Pelabuhan Patimban. Namun, mereka meminta agar dampak pembangunan, khususnya kerusakan infrastruktur jalan, menjadi perhatian serius.
“Kami mendukung pembangunan, tapi jangan sampai masyarakat jadi korban. Jalan ini harus diperbaiki, jangan dibiarkan rusak terus,” pungkas warga lainnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Subang dan pihak terkait segera turun tangan, mengingat wilayah Ciasem merupakan kawasan penyangga aktivitas strategis nasional Pelabuhan Patimban. (hdi/ded)
