Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Longsor Curug Cileat Gegerkan Warga, Proses Evakuasi Korban Penuh Haru

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|11:10 WIB
Bagikan:
Longsor Curug Cileat Gegerkan Warga, Proses Evakuasi Korban Penuh Haru
Longsor Curug Cileat Gegerkan Warga, Proses Evakuasi Korban Penuh Haru

PASUNDAN EKSPRES.ID - Suasana duka masih menyelimuti keluarga korban longsor Curug Cileat di Kabupaten Subang. Musibah alam yang terjadi di kawasan wisata tersebut mengundang perhatian masyarakat luas, terutama warga Karawang yang ikut mengikuti perkembangan proses pencarian sejak hari pertama kejadian. Peristiwa longsor Curug Cileat ini menjadi salah satu kabar yang paling banyak dibicarakan karena menelan korban jiwa dari kalangan wisatawan yang sedang menikmati liburan di lokasi alam tersebut.

Korban Longsor Curug Cileat

Dua perempuan asal Karawang bernama Aida Apriliani dan Winda Limbong dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di area wisata Curug Cileat.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri hingga relawan akhirnya berhasil menemukan kedua korban setelah melakukan proses pencarian yang cukup berat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit dijangkau.

Peristiwa longsor Curug Cileat ini memunculkan rasa simpati dari berbagai pihak. Banyak masyarakat yang turut menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga korban.

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa kawasan wisata alam memang memerlukan pengawasan lebih ketat terutama saat kondisi cuaca ekstrem masih sering terjadi di sejumlah daerah Jawa Barat.

Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh juga menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya dua warga Karawang tersebut.

Dalam pernyataannya, ia berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan berat ini. Ucapan belasungkawa itu disampaikan melalui unggahan resmi yang kemudian ramai mendapat respons dari masyarakat.

Menurut informasi tim Pasundan Ekspres di lapangan, proses pencarian korban berlangsung cukup dramatis.

Tim evakuasi harus bekerja ekstra karena material longsor masih labil dan dikhawatirkan kembali bergerak sewaktu-waktu.

Selain itu, kondisi hujan di sekitar lokasi membuat proses evakuasi menjadi lebih lambat dibanding perkiraan awal.

Longsor Curug Cileat kembali menjadi pengingat penting bahwa wisata alam memiliki risiko tersendiri, terutama ketika musim hujan masih berlangsung.

Banyak pengunjung yang terkadang mengabaikan faktor keselamatan demi mendapatkan pengalaman liburan yang menyenangkan.

Padahal, kawasan pegunungan dan air terjun sangat rentan terhadap pergerakan tanah jika curah hujan tinggi terjadi selama beberapa hari berturut-turut.

Warga Karawang juga terlihat ikut memantau perkembangan berita longsor Curug Cileat melalui media sosial.

Ungkapan duka dan doa terus mengalir untuk kedua korban, beberapa masyarakat bahkan berharap pemerintah daerah lebih aktif memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca dan keamanan destinasi wisata alam.

Selain menyampaikan belasungkawa, masyarakat juga memberikan apresiasi besar kepada seluruh petugas yang terlibat dalam proses pencarian korban.

Tim gabungan dianggap bekerja tanpa mengenal lelah demi menemukan korban di tengah situasi yang cukup berbahaya.

Dedikasi para relawan dan petugas lapangan menjadi sorotan karena mereka harus berjibaku dengan lumpur, hujan dan medan yang licin.

Berita Terbaru

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

Nasional8 jam lalu
Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Praperadilan Roy Suryo soal Ganti Rugi Rp206 Juta

Nasional9 jam lalu
Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Persiapan Pilkades Padaasih Capai 95 Persen

Subang10 jam lalu
BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

BRIN dan Bapperida Subang Sinergikan Riset HPI untuk Percepat Penanganan Stunting

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Kesbangpol Subang Perkuat Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Digital

Subang10 jam lalu
13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

13 Tips Mencari Kerja di Subang agar Cepat Mendapat Pekerjaan

Lifestyle10 jam lalu
Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Tujuh Hektare Sawah di Tambakmekar Alami Kekeringan

Subang10 jam lalu
Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Wabup Subang Sampaikan Pendapat soal Raperda Pemajuan Kebudayaan

Subang10 jam lalu
Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Nasional11 jam lalu
Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Kenapa Banyak yang Keracunan MBG tapi Belum Ada Tersangka? Ini Penjelasan Hukumnya

Nasional11 jam lalu