Peduli Terhadap Dunia Pendidikan di Subang, Bos Urip Biayai Lima Siswa Sekolah Pelayaran

PASUNDANEKSPRES.ID - Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan pemerhati pendidikan sekaligus tokoh sosial Kabupaten Subang, Bos Urip. Kali ini, ia menyatakan komitmennya untuk membiayai lima siswa asal Subang melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).
Rencana tersebut disampaikan Bos Urip saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Kesehatan PUSTERAU di Balkondes Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya, Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, Bos Urip juga tercatat telah membantu puluhan siswa asal Subang menempuh pendidikan di bidang pelayaran. Program ini dinilai konsisten dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki minat dan potensi, namun terkendala biaya.
Beasiswa kali ini diberikan kepada siswa-siswa SMK yang aktif dan menunjukkan antusiasme tinggi, khususnya saat sesi tanya jawab. Mereka berasal dari beberapa sekolah, di antaranya SMKN 1 Cibogo, SMKN Cipunagara, dan SMKN Angkasa Kalijati.
Bos Urip menilai, sektor kemaritiman dan pelayaran memiliki peluang kerja yang luas dan menjanjikan. Oleh karena itu, pendidikan di bidang tersebut perlu didorong sejak dini.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Saya ingin membantu anak-anak Subang yang punya semangat dan cita-cita, tetapi terbentur biaya. Mudah-mudahan mereka bisa sukses, membanggakan keluarga, dan daerah,” ujar Bos Urip kepada Pasundan Ekspres.
Ia menambahkan, ke depan program bantuan pendidikan akan terus dikembangkan, tidak hanya di bidang pelayaran, tetapi juga sektor-sektor strategis lainnya. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci kemajuan daerah.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut. Salah seorang guru SMKN 1 Cibogo mengapresiasi kepedulian Bos Urip yang dinilai sangat membantu siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Kesempatan seperti ini sangat berarti bagi siswa kami. Tidak semua memiliki kemampuan finansial untuk kuliah, apalagi di sekolah pelayaran,” ujarnya. (hdi/ded)
