Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penghasilan Lebih Tinggi Jadi Daya Tarik, Warga Subang Kian Tertarik Kerja di Luar Negeri

R
Rian AlfianEditor: Huba
|14:19 WIB
Bagikan:
Penghasilan Lebih Tinggi Jadi Daya Tarik, Warga Subang Kian Tertarik Kerja di Luar Negeri
Warga Subang Lebih Berminat Bekerja di Luar Negeri Ketimbang di Dalam Negeri - Media Indonesia

SUBANG - Minat warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk kerja di luar negeri terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ekonomi serta peluang karier dan penghasilan yang lebih baik di luar negeri menjadi faktor utama yang mendorong warga memilih menjadi pekerja migran dibandingkan bekerja di dalam negeri.

Minimnya lapangan pekerjaan di Subang, ditambah maraknya praktik pungutan liar (pungli) terhadap para pencari kerja, membuat sebagian warga merasa sulit mendapatkan pekerjaan yang layak di daerah sendiri. Kondisi tersebut mendorong banyak warga memilih bekerja ke luar negeri sebagai buruh migran Indonesia (PMI).

Selain faktor sulitnya pekerjaan, alasan utama warga Subang bekerja ke luar negeri adalah untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi demi meningkatkan taraf hidup keluarga. Pendapatan yang dinilai lebih menjanjikan membuat pekerjaan sebagai PMI masih menjadi pilihan meski penuh risiko.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, setiap tahunnya lebih dari 2.000 warga Subang berangkat bekerja ke luar negeri. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.470 warga Subang menjadi PMI, dengan tujuan negara yang paling diminati antara lain Taiwan dan Hong Kong.

“Dari ribuan PMI yang berangkat tersebut, kebanyakan bekerja sebagai tenaga informal, seperti asisten rumah tangga. Sangat sedikit yang bekerja di sektor formal,” ujar Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Subang, Dedi, Rabu (7/1).

Menurut Dedi, warga Subang yang bekerja sebagai PMI di sektor formal jumlahnya masih terbatas. Umumnya tenaga formal diisi oleh laki-laki yang bekerja sebagai buruh pabrik atau perawat di negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Singapura.

Dedi menjelaskan, alasan warga bekerja ke luar negeri sangat beragam, namun faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling dominan. Selain itu, kondisi rumah tangga juga menjadi alasan kedua terbanyak yang mendorong warga memilih merantau ke luar negeri.

Ia juga tidak menampik masih banyak PMI asal Subang yang mengalami permasalahan selama bekerja. Namun, sebagian besar kasus tersebut terjadi karena keberangkatan melalui jalur ilegal.

Salah seorang PMI asal Subang, Cucu Cahyati, warga Kecamatan Kalijati, mengaku bekerja ke luar negeri bukanlah pilihan utama. Namun sulitnya mencari pekerjaan di Subang membuatnya terpaksa bekerja ke Taiwan.

“Di Subang mau bekerja untuk cari uang, belum juga bekerja atau mau daftar kerja sudah dimintai uang. Kalau tidak pakai uang, tidak akan bisa kerja,” ujarnya.

Cucu mengaku akan bekerja di Taiwan sebagai asisten rumah tangga. Ia berharap penghasilannya di luar negeri dapat meningkatkan taraf hidup keluarga, menjamin masa depan anak-anak, serta menjadi modal usaha ketika kembali ke Tanah Air.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline6 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat7 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta7 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle8 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang8 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta8 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta8 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang8 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang9 jam lalu