Penyuluh KB di Subang Diminta Percepat Seluruh Kegiatan Agar Terserap Anggaran

SUBANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari 30 kecamatan. Rapat tersebut membahas evaluasi penyerapan anggaran triwulan pertama tahun 2026 sekaligus persiapan pelaksanaan program kerja pada triwulan kedua.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DP2KBP3A Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat, didampingi Sekretaris Dinas, Samsu Riza. Dalam arahannya, Yayat menekankan pentingnya optimalisasi seluruh program yang telah disusun agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal dan penyerapan anggaran dapat terealisasi dengan baik.
Menurutnya, rapat koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program kerja DP2KBP3A berjalan sesuai rencana, terutama program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
“Kami mengundang seluruh Penyuluh KB se-Kabupaten Subang untuk membahas pelaksanaan program kerja yang sudah disusun dalam rencana kegiatan DP2KBP3A. Semua program harus berjalan optimal agar penyerapan anggaran lebih baik dan lebih cepat,” ujar Yayat.
Ia menjelaskan, salah satu fokus program yang saat ini menjadi perhatian adalah penguatan peran pendamping desa dalam mendukung program keluarga berencana, pemberdayaan masyarakat, serta penanganan persoalan gizi di wilayah pelosok desa.
Menurutnya, keberadaan pendamping desa sangat penting karena mereka menjadi ujung tombak pelayanan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Para pendamping dinilai paling memahami kondisi sosial dan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.
“Pendamping desa adalah pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka mengetahui kondisi warga hingga tingkat RT dan RW, sehingga keberadaan mereka sangat membantu dalam pelaksanaan program pemerintah,” katanya.
Selain membahas program pendampingan masyarakat, DP2KBP3A juga terus memperkuat program pengendalian penduduk melalui pelayanan kontrasepsi. Program tersebut meliputi penyediaan layanan kondom, pil KB, KB suntik, IUD, hingga implan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Yayat menegaskan, program keluarga berencana tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam upaya menciptakan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas. Karena itu, koordinasi dengan para penyuluh di lapangan harus terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.
Penyuluh KB Diminta Aktif Edukasi Masyarakat
Ia berharap seluruh penyuluh KB di Kabupaten Subang dapat terus aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting dan masalah gizi di lingkungan masing-masing.
Melalui rapat koordinasi tersebut, DP2KBP3A Kabupaten Subang menargetkan seluruh program kerja tahun 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kecamatan.
