Prioritaskan Keselamatan Pelajar, SMK PGRI Subang Dukung Larangan Siswa Bawa Motor

PASUNDANEKSPRES.ID - SMK PGRI Subang mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang siswa membawa sepeda motor ke sekolah mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Kebijakan itu nantinya diperkuat dengan surat pernyataan bermaterai yang wajib ditandatangani pihak sekolah, orang tua, serta peserta didik.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyiapkan sejumlah langkah pendukung agar kebijakan tersebut berjalan efektif, di antaranya optimalisasi angkutan umum dan penerapan skema angkutan berlangganan yang dikelola bersama antara sekolah dan orang tua siswa.
Kepala SMK PGRI Subang Hj. Sri Mulyati, M.M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri, Didin, mengatakan pihak sekolah memandang kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam melindungi keselamatan siswa.
“Keselamatan pelajar harus menjadi prioritas utama dalam proses pendidikan,” ujar Didin kepada Pasundan Ekspres.
Menurutnya, larangan membawa sepeda motor ke sekolah bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah.
"Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar," katanya.
Didin menambahkan, pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi juga melalui kebiasaan dan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah akan melakukan sosialisasi kepada orang tua dan peserta didik agar seluruh pihak memahami tujuan kebijakan tersebut.
“Keterlibatan semua pihak akan memperkuat pengawasan serta menjamin keselamatan peserta didik selama perjalanan ke sekolah,” katanya.
Ia juga menyambut baik opsi optimalisasi angkutan umum maupun skema angkutan berlangganan yang diusulkan pemerintah provinsi. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut.
Pihak sekolah juga mengajak seluruh siswa menyikapi kebijakan tersebut secara positif sebagai bagian dari proses pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab.
SMK PGRI Subang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter.
“Bersama kita wujudkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan berintegritas,” pungkasnya.(znl/ded)
