Ramadan Tiba, Jalan Pantura Subang Belum Diperbaiki

PASUNDANEKSPRES.ID - Kondisi jalur Pantura di wilayah Subang terpantau masih dihiasi banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Kerusakan jalan nasional tersebut tersebar di kawasan Batangsari, Pamanukan, hingga Sukasari. Bahkan, lubang menganga terlihat di kedua jalur sepanjang flyover Pamanukan.
Kerusakan ini berdampak langsung terhadap arus lalu lintas yang kerap tersendat hingga memicu antrean panjang kendaraan. Para sopir terpaksa memperlambat laju kendaraan dan memilih sisi jalan yang masih mulus guna menghindari lubang, patahan beton, serta retakan jalan yang berpotensi membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Seorang pengendara motor asal Pamanukan mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak tersebut sudah terjadi sejak akhir tahun 2025 dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan maksimal.
“Sudah sejak akhir tahun 2025 kondisi jalan di jalur Pantura ini rusak parah sampai sekarang belum diperbaiki. Kalau pun ada, jalan hanya ditambal sulam menggunakan aspal, namun tak bertahan lama, seminggu sudah hancur lagi,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Warga pun berharap jalur utama tersebut segera diperbaiki sebelum puncak arus mudik tiba. Terlebih, mobilitas masyarakat diprediksi akan meningkat dalam waktu dekat seiring datangnya bulan Ramadan.
“Jalan tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah untuk segera diperbaiki. Pasalnya, jalur ini merupakan jalur utama aktivitas warga Pantura. Apalagi besok lusa sudah puasa, jalur tersebut akan ramai mobilitas kendaraan, khususnya saat sore atau waktu ngabuburit,” kata warga lainnya.
Masyarakat khawatir jika kerusakan jalan terus dibiarkan tanpa penanganan serius, potensi kecelakaan lalu lintas akan semakin meningkat, terlebih saat volume kendaraan melonjak menjelang musim mudik dan aktivitas ngabuburit selama Ramadan.
