Revitalisasi Sekolah Dorong Semangat Siswa SLBN Trituna Subang, Fasilitas Nyaman Anak Makin Giat Belajar

PASUNDANEKSPRES.ID-Revitalisasi fasilitas belajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Trituna Subang membawa perubahan besar terhadap kenyamanan belajar siswa. Suasana belajar kini lebih kondusif, sementara motivasi orang tua pun meningkat untuk terus mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf El Rumi, ke SLBN Trituna Subang, Senin (13/10/2025).
Rombongan juga dihadiri Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Dr. Saryadi, serta Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Anang Ristanto.
Kedatangan mereka disambut meriah oleh para siswa, guru, dan orang tua dengan yel-yel selamat datang.
Kepala SLBN Trituna Subang, Lela Latifah, mengatakan suasana belajar di sekolah berubah signifikan sejak dilaksanakannya program revitalisasi dari Kemendikdasmen.
“Siswa-siswi sangat antusias. Mereka lebih fokus dan senang belajar karena ruangannya bersih dan tenang,” ujarnya.
Menurut Lela, sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp392 juta melalui program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, toilet, ruang administrasi, serta ruang pembelajaran khusus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan sekitar 70 persen anggaran difokuskan untuk pembenahan ruang belajar agar lebih layak dan ramah anak. Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga membangkitkan semangat seluruh komunitas sekolah.
Sementara itu, Dr. Saryadi menambahkan bahwa SLBN Trituna tidak hanya melayani siswa disabilitas, tetapi juga menjadi pusat rujukan bagi sekolah-sekolah inklusi di wilayah sekitar.
“SLBN Trituna membantu sekolah reguler yang memiliki murid berkebutuhan khusus. Ruang Pembelajaran Khusus di sini menjadi tempat kolaborasi dan konsultasi,” jelasnya.
Lela menambahkan, proses revitalisasi juga melibatkan komite sekolah, tokoh masyarakat, dan pekerja lokal, sehingga tercipta rasa memiliki bersama terhadap sekolah tersebut.
“Dengan tampilan baru, orang tua kini lebih bersemangat mengantar anak-anak ke sekolah. Mereka bangga karena fasilitasnya bersih dan nyaman,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran modern, SLBN Trituna kini juga memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung pembelajaran interaktif dan meningkatkan kompetensi digital guru.
“Revitalisasi ini menjadi pijakan bagi kami untuk terus berinovasi. Kami ingin SLB bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak luar biasa agar lebih mandiri dan percaya diri,” pungkas Lela penuh harapan.(znl/ded)
