Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sehari Bisa Hasilkan hingga Rp100 Ribu, Ini Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Bertahan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|18:55 WIB
Bagikan:
Sehari Bisa Hasilkan hingga Rp100 Ribu, Ini Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Bertahan
Para penyapu koin di jalur Pantura Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Para penyapu koin di jalur Pantura Subang rupanya masih terus beraktivitas meski sudah ditertibkan oleh pihak kepolisian dan sempat menerima kompensasi dari Kang Dedi Mulyadi (KDM).

Sehari pasca penertiban yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Rabu (18/3/2026), sejumlah warga kembali terlihat turun ke jalan untuk mengumpulkan koin dari para pemudik.

Di tengah padatnya arus mudik, praktik ini tetap berlangsung. Kegiatan tersebut dinilai cukup berisiko karena dilakukan di badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan serta menghambat kelancaran lalu lintas.

Sutinah (55), salah satu penyapu koin, mengaku kembali ikut turun ke jalan setelah melihat warga lain masih melakukan hal yang sama.

Ia menyebut penghasilannya per hari tidak menentu, namun saat kondisi ramai bisa mencapai kisaran Rp70 ribu hingga Rp100 ribu.

"Kalau lagi banyak yang ngasih bisa sampai Rp100 ribu, tapi engga tentu. Kadang juga sedikit," ujarnya.

Sutinah mengaku dapat meraup sekitar Rp500 ribu saat mengumpulkan koin di momen arus mudik dan balik Lebaran.

Di luar periode tersebut, ia biasanya bekerja serabutan di sawah dengan penghasilan sekitar Rp65 ribu untuk setengah hari kerja.

Hal serupa diungkapkan Warto (47), warga setempat yang juga ikut menjalani aktivitas itu. Menurutnya, kebiasaan pemudik yang melempar koin menjadi faktor utama praktik ini terus terjadi.

"Kalau orang mudik engga ngasih uang, ya enggak bakal ada yang nyapu. Orang nyapu karena lihat duit," jelasnya.

Sebelumnya, KDM menawarkan kompensasi Rp50 ribu per hari selama 12 hari, atau total Rp600 ribu, bagi warga yang bersedia menghentikan aktivitas tersebut hingga 28 Maret 2026.

Berita Terbaru

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Dapat Nomor Urut 3, Aryana Fokus Benahi Data Bantuan dan Layanan Sosial di Sagalaherang Kaler

Subang11 menit lalu
DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional20 menit lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional44 menit lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional1 jam lalu
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional2 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional2 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang2 jam lalu
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional2 jam lalu