Sehari Bisa Hasilkan hingga Rp100 Ribu, Ini Alasan Penyapu Koin di Pantura Subang Masih Bertahan

PASUNDANEKSPRES.ID - Para penyapu koin di jalur Pantura Subang rupanya masih terus beraktivitas meski sudah ditertibkan oleh pihak kepolisian dan sempat menerima kompensasi dari Kang Dedi Mulyadi (KDM).
Sehari pasca penertiban yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pada Rabu (18/3/2026), sejumlah warga kembali terlihat turun ke jalan untuk mengumpulkan koin dari para pemudik.
Di tengah padatnya arus mudik, praktik ini tetap berlangsung. Kegiatan tersebut dinilai cukup berisiko karena dilakukan di badan jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan serta menghambat kelancaran lalu lintas.
Sutinah (55), salah satu penyapu koin, mengaku kembali ikut turun ke jalan setelah melihat warga lain masih melakukan hal yang sama.
Ia menyebut penghasilannya per hari tidak menentu, namun saat kondisi ramai bisa mencapai kisaran Rp70 ribu hingga Rp100 ribu.
"Kalau lagi banyak yang ngasih bisa sampai Rp100 ribu, tapi engga tentu. Kadang juga sedikit," ujarnya.
Sutinah mengaku dapat meraup sekitar Rp500 ribu saat mengumpulkan koin di momen arus mudik dan balik Lebaran.
Di luar periode tersebut, ia biasanya bekerja serabutan di sawah dengan penghasilan sekitar Rp65 ribu untuk setengah hari kerja.
Hal serupa diungkapkan Warto (47), warga setempat yang juga ikut menjalani aktivitas itu. Menurutnya, kebiasaan pemudik yang melempar koin menjadi faktor utama praktik ini terus terjadi.
"Kalau orang mudik engga ngasih uang, ya enggak bakal ada yang nyapu. Orang nyapu karena lihat duit," jelasnya.
Sebelumnya, KDM menawarkan kompensasi Rp50 ribu per hari selama 12 hari, atau total Rp600 ribu, bagi warga yang bersedia menghentikan aktivitas tersebut hingga 28 Maret 2026.
