Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Subang Tempo Dulu di Tahun 2025! Asal Usul Subang yang Nggak Pernah Diajarkan di Sekolah!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|12:46 WIB
Bagikan:
Sejarah Subang Tempo Dulu di Tahun 2025! Asal Usul Subang yang Nggak Pernah Diajarkan di Sekolah!
Sejarah Subang Tempo Dulu di Tahun 2025! Asal Usul Subang yang Nggak Pernah Diajarkan di Sekolah!

PASUNDAN EKSPRES – Pernah mikir gimana Sejarah Subang tempo dulu membentuk identitas kabupaten yang kita kenal sekarang di tahun 2025? Artikel ini bakal mengajak menyelam ke masa prasejarah Subang, lalu menapaki Sejarah Subang masa Hindu, masa Islam, hingga era kolonial dan perjuangan nasionalisme. Dapet informasi otentik lewat situs resmi Pemkab Subang dan media terpercaya seperti Kompas, Pasundan Ekspres, serta Suara Subang, artikel ini bukan sekadar kompilasi ulang, tapi ulasan lengkap dan enak dibaca.

Jejak Sejarah Subang Tempo Dulu: Kapak Batu & Kebudayaan Neolitikum

Wilayah Subang sudah dihuni sejak zaman Neolitikum, terbukti lewat penemuan kapak batu bercorak megalitikum di Bojongkeding, Pagaden, Kalijati, dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Penemuan ini menunjukkan manusia purba di Subang hidup sebagai petani sederhana, membuka awal Sejarah Subang tempo dulu. Selain itu, situs perunggu di Kampung Engkel menegaskan perkembangan kebudayaan logam di wilayah ini.

Subang di Masa Hindu dan Kerajaan Sunda

Lanjut ke masa Hindu Subang, wilayah ini sempat berada di bawah pengaruh Kerajaan Tarumanagara, Galuh, dan Pajajaran. Buktinya, ditemukan pecahan keramik Cina di Patenggeng (Kalijati), bukti kuat adanya jalur perdagangan antara abad ke-7 hingga ke-15. Situs Nay Subanglarang—yang konon terkait nama “Subang”—juga disebut di Teluk Agung, Desa Nangerang, sebagai peninggalan era Pajajaran

Serbuan Islam dan Tokoh Agama Syaikh Wangsa Goparana

Sejarah Subang masa Islam mulai kentara dari abad ke-16 saat Wangsa Goparana dari Majalengka menyebarkan ajaran di Sagalaherang sekitar 1530 . Ini jadi titik penting karena membuka era baru: penyebaran Islam dan berkembangnya masyarakat agro islami di Subang.

Subang di Bawah Kolonial: VOC, Inggris, dan Belanda

Dalam masa kolonial Subang, daerah ini menjadi jalur logistik tentara Mataram ke Batavia sehingga terjadi akulturasi Jawa-Sunda. Era Inggris (Raffles 1811–1816) dan Belanda membawa sistem hak milik tanah besar (eigendomsrecht) lewat konsesi P & T Lands, menguasai 212.900 ha. Beberapa peninggalan bangunan kolonial masih terlihat, seperti Wisma Karya—dulunya tempat rekreasi elit Belanda—dan kantor P&T Lands yang kini jadi Hotel Subang Plaza.

Peninggalan Bersejarah Kolonial dan Lanud Kalijati

Salah satu peninggalan monumental di Sejarah Subang tempo dulu adalah Museum Amerta Dirgantara di Lanud Suryadarma, bekas Kamp PVA Belanda yang berdiri sejak 1914. Dekat situ juga ada Rumah Sejarah Kalijati, lokasi penyerahan kekuasaan Belanda ke Jepang pada 8 Maret 1942. Kini, patung Petter Willem Hofland di museum menjadi simbol jelas pengaruh kolonial di Subang.

Pergerakan Nasionalisme & Era Pendudukan Jepang

Awal abad ke-20, Subang mulai punya organisasi nasionalisme—cabang Sarekat Islam muncul tahun 1916, Paguyuban Pasundan 1928, dan PNI di awal 1930-an. Pendudukan Jepang pada 1942 membuat tokoh lokal seperti Sukandi, Kartawiguna, dan Sasmita menjadi korban represi. Meski demikian, semangat perlawanan tetap berkobar melalui gerakan bawah tanah, bahkan ada pertempuran seperti Ciseupan 1949 antarmed vs Belanda.

Subang Setelah Proklamasi: Lahirnya Daerah Otonom

Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Subang membentuk BKR, API, Pesindo, dan laskar lain sebagai embrio TNI di daerah. Pada 5 April 1948, Subang resmi jadi kabupaten dari pemekaran Karawang. Era ini juga ditandai aktivitas gerilya melawan KNIL, seperti front selatan di Lembang dan barat di Gunung Putri/Bekasi.

Warisan Sejarah Subang yang Bisa Dikunjungi Saat Ini

Untuk memahami Sejarah Subang tempo dulu, banyak tempat bersejarah yang bisa diakses sekarang, seperti Museum Subang, Wisma Karya, Rumah Sejarah Kalijati, serta situs arkeologi seperti Nay Subanglarang. Keberadaan situs-situs ini jadi fondasi penting untuk memahami semua fase dalam sejarah Subang.

Jadi inti dari Sejarah Subang tempo dulu ini mencakup evolusi dari:

• masa prasejarah Subang,

• masa Hindu Islam,

• Subang kolonial,

• masa nasionalisme

• hingga pasca kemerdekaan.

Semua fase ini reflek bagaimana Subang jadi daerah kaya budaya dan pelopor di Jawa Barat. Terlepas dari julukannya “Kota Nanas”, Subang punya sejarah dari tempo dulu yang patut dibanggakan tahun 2025 ini. Kalau pengin tahu lebih dalem, jangan cuma baca—kunjungi langsung museum atau situs bersejarahnya!

Semoga ulasan ini bikin ketertarikan kamu terhadap sejarah Subang makin dalam dan ngga cuma sekadar baca nama tempat!

Berita Terbaru

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

5 Kebiasaan Kecil untuk Hidup Lebih Baik yang Wajib Kamu Coba

Lifestyle6 menit lalu
Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Program Koperasi Desa Merah Putih Digugat ke MK, Dianggap Bebani Dana Desa

Nasional8 menit lalu
BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

BEM UI Turun ke Jalan Hari Ini, 5 Tuntutan Demo 28 Oktober Singgung Kebijakan Prabowo

Nasional47 menit lalu
IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

IHSG Anjlok, Dampaknya Bisa Merembet ke Sektor Riil

Opini52 menit lalu
ADVERTISEMENT
Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Polisi Tetapkan Sopir BYD yang Lindas Ojol di Blok M Jadi Tersangka

Nasional1 jam lalu
Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Puncak Grup E Jadi Taruhan, Begini Prediksi Persib vs Melbourne Victory Malam Ini

Olahraga1 jam lalu
Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Warga Malaysia Boikot Produk Indonesia Imbas Kabut Asap Karhutla

Nasional1 jam lalu
Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Korupsi Pemkab Bogor Diselidiki KPK, Jaro Ade Dijadwalkan Diperiksa 29 Oktober

Jawa Barat1 jam lalu
Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Polemik Takedown 4 Jam Komdigi, DPR Ingatkan Pentingnya Kebebasan Berekspresi

Nasional2 jam lalu
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, BEM UI Bawa Lima Tuntutan dalam Aksi Demo 28 Oktober 2026

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, BEM UI Bawa Lima Tuntutan dalam Aksi Demo 28 Oktober 2026

Nasional2 jam lalu