Warga Resah Aktivitas Galian Tanah di Desa Bendungan Subang Masih Berjalan

PASUNDANEKSPRES.ID - Aktivitas galian tanah merah di Desa Bendungan, Kecamatan Pagaden Barat, Subang yang masih beroperasi membuat masyarakat sekitar mengeluhkan dampak dari aktivitas tersebut.
Sejumlah warga mengkhawatirkan dampak aktivitas galian tanah yang mengancam keberadaan makam yang lokasinya berdekatan dengan galian tersebut.
Kondisi tersebut membuat para warga hanya bisa pasrah lantaran tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan aktivitas galian tanah yang telah berlangsung selama satu tahun itu.
Dampak aktivitas galian ini juga menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar Desa Bendungan, mulai dari infrastruktur jalan yang rusak hingga masalah kesehatan.
Salah seorang warga Desa Bendungan mengungkapkan kondisi jalan menjadi licin saat musim hujan sedangkan saat musim kemarau debu tanah bertebaran yang dapat mengganggu kesehatan pengguna jalan.
"Jalan yang dulunya cukup baik sekarang rusak. Kalau hujan licin, kalau panas debunya tebal. Setiap hari kami harus ekstra hati-hati, terutama anak-anak yang berangkat sekolah, lansia, dan pengendara motor," ucap warga kepada Pasundan Ekspres, Jumat (17/1/2026).
Selain itu, warga juga mengeluhkan masalah kesehatan mulai dari batuk hingga sesak napas akibat aktivitas galian tanah merah yang masih beroperasi hingga saat ini.
"Debunya masuk ke rumah, kami jadi sering bersih-bersih. Ada juga warga yang mengeluh batuk dan sesak napas. Kenyamanan yang dulu kami rasakan sekarang sudah jauh berkurang," katanya.
Warga berharap pemerintah setempat agar segera menindak tegas aktivitas galian tanah merah di Desa Bendungan yang diduga belum berizin itu. (inm)
